Perjalanan Arief Prasetyo yang Kini Tak Lagi Pimpin Bapanas

Perjalanan Arief Prasetyo yang Kini Tak Lagi Pimpin Bapanas

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Perjalanan Arief Prasetyo yang Kini Tak Lagi Pimpin Bapanas yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Arief Prasetyo tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ia digantikan oleh Amran Sulaiman, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Pertanian. Keputusan tersebut diumumkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Bapanas yang ditetapkan pada 9 Oktober 2025. Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Arief Prasetyo Adi diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Kepala Bapanas, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama menjabat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perjalanan Karier Arief Prasetyo Adi

Arief Prasetyo Adi adalah sosok profesional yang memiliki latar belakang kuat dalam sektor pangan dan industri. Ia lahir pada 27 November 1974, dan telah menempuh pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, lulus pada tahun 1998. Dua tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan Magister Teknik di universitas yang sama. Pada 20 Agustus 2024, Arief menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Kyungsung University, Busan, Korea Selatan.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Bapanas, Arief lebih dulu memimpin sejumlah perusahaan milik daerah dan BUMN pangan. Ia menjadi Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya sejak 29 September 2015 hingga 15 November 2020. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau Holding BUMN Pangan ID FOOD pada 16 November 2020.

Pada 21 Februari 2022, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Arief sebagai Kepala Badan Pangan Nasional di Istana Merdeka. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu figur kunci dalam kebijakan pangan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan di berbagai daerah.

Di bawah kepemimpinannya, Bapanas melaksanakan berbagai inisiatif penguatan distribusi pangan. Salah satu program yang diluncurkan adalah Gerakan Pangan Murah Serentak, yang digelar di ratusan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan ekonomi.

Kontribusi dan Pengaruh Arief Prasetyo

Selama menjabat sebagai Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat sistem pangan nasional. Ia berhasil menciptakan kerja sama yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan. Selain itu, ia juga aktif dalam mempromosikan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pengolahan pangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arief juga aktif dalam berbagai forum internasional yang membahas isu pangan global. Ia sering menyampaikan pandangan dan strategi yang dapat diterapkan dalam upaya memastikan keamanan pangan di Indonesia dan negara-negara lain.

Peran Baru Amran Sulaiman

Kini, posisi Arief Prasetyo digantikan oleh Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian. Dengan latar belakang yang kuat dalam sektor pertanian, Amran diharapkan dapat melanjutkan kebijakan pangan yang sudah dirancang oleh Arief, serta membawa perubahan lebih lanjut dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Amran Sulaiman dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengalaman luas dalam manajemen sektor pertanian. Ia diharapkan mampu menghadapi tantangan-tantangan baru dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya di tengah dinamika ekonomi dan perubahan iklim yang semakin signifikan.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar