Perjalanan Kombes Pol Murry Mirranda, Wakapolda Babel Baru, Bantu Warga dengan Uang Pribadi

Perjalanan Kombes Pol Murry Mirranda, Wakapolda Babel Baru, Bantu Warga dengan Uang Pribadi

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Perjalanan Kombes Pol Murry Mirranda, Wakapolda Babel Baru, Bantu Warga dengan Uang Pribadi, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Kisah Inspiratif Kombes Pol Murry Mirranda, Wakil Kepala Polda yang Peduli pada Masyarakat

Kisah inspiratif datang dari Kombes Pol Murry Mirranda, Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Kepulauan Bangka Belitung yang baru. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak segan turun tangan langsung membantu masyarakat kurang mampu. Bahkan, ia pernah melakukan bedah rumah dan membagikan sembako menggunakan dana pribadinya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Bantuan Langsung ke Masyarakat

Kombes Pol Murry Mirranda tak pernah ragu untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Saat menjabat sebagai Kapolres Rote Ndao pada tahun 2016 silam, ia membuat seribu paket sembako yang dibagikan langsung ke masyarakat. Di tahun berikutnya, jumlah sembakonya ditingkatkan menjadi 1.500 paket. Hal ini dilakukan karena melihat 70 persen masyarakat Rote Ndao merupakan masyarakat miskin.

"Memang waktu 2016 itu ada 1.000 paket sembako kalau nggak salah. Itu sekitar Rp 500.000-an lah harganya satu paket itu kan. Nah itu kita tidak melaksanakan pembagian itu kayak disuruh dikumpulkan ke mana, tapi kita door to door langsung. Jadi keliling-keliling kita ke kampung," kata Kombes Murry.

Selain itu, ia juga kerap keliling kampung untuk menginap di permukiman warga setiap weekend. Tak lupa, dia juga memberi sejumlah bantuan peralatan sekolah untuk anak-anak serta pengobatan gratis.

"Tidurnya itu tidak di rumah orang. Walaupun sudah disiapkan, kita tidurnya di teras rumah orang itu yang paling susah tidur di terasnya itu. Jadi merasakan gimana susahnya masyarakat di sana. Jadi ada satu waktu kita tidur di situ," ucapnya.

Sistem Bedah Rumah yang Unik

Kombes Pol Murry menyebut mulai melaksanakan kegiatan bedah rumah sejak 2016 hingga 2018. Sistemnya adalah ia membuka laporan rumah tak layak huni via Facebook pribadinya. Usai mendapat laporan warga, kemudian survei ke lokasi rumah yang dilaporkan lalu dilakukan pembedahan.

"Jadi bedah rumah itu tidak pernah kita lihat, jadi sistemnya saya di Facebook ya. Nah nanti ada masyarakat share gitu ada rumah orang miskin gini.. gini.. gini. Saya cuma nanti komen di Facebook itu baik nanti kita akan survei, lusa kita akan bedah, gitu aja langsung," ujarnya.

Program bedah rumah itu ia lakukan bergantung dari laporan warga di Facebook. Ia mengaku jika laporan banyak bisa 2 hingga 3 rumah dibedah dalam sebulan.

"Kadang-kadang sebulan dua kali, tiga kali gitu. Tergantung ada aduan laporan gitu aja," pungkasnya di tahun itu.

Harta Kekayaan Kombes Pol Murry Miranda

Berdasarkan laman LHKPN KPK RI, kekayaan Kombes Pol Murry Miranda terakhir dilaporkan pada 31 Desember 2023. Harta yang dilaporkan saat menjabat Inspektur Pengawasan Daerah itu berjumlah Rp3.050.325.587.

Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak hingga kas. Simak rincian data harta Kombes Pol Murry Miranda selengkapnya.

A. Tanah dan Bangunan
Tanah dan Bangunan Seluas 205 m2/396 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI - Rp3.000.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin
MOTOR, HONDA C1C02N16112 A/T Tahun 2016, HASIL SENDIRI - Rp9.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya - Rp205.000.000
D. Kas dan Setara Kas - Rp1.325.587

Tercatat bahwa Kombes Pol Murry Miranda memiliki utang sebesar Rp165.000.000. Total keseluruhan: Rp3.050.325.587.

Profil Kombes Pol Murry Mirranda

Kombes Pol Murry Mirranda lahir di Kabupaten Belitung 27 Februari 1974. Ia mengaku bukan hanya kali ini saja mendapatkan tugas di tanah kelahiran atau Polda Babel. Akan tetapi, pernah beberapa kali tugas di Polda Babel setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) 1996.

"Pernah tugas jadi Pamapta di Polres Belitung tahun 1997, lalu tahun 2010-2012 di Bangka di bagian Ops Polda di Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Babel," ujar Murry Mirranda kepada aiotrade melalui WhatsApp dan tidak bisa dihubungi karena signal susah di NTT (Nusa Tenggara Timur).

Terlebih kata dia, merasa bersyukur, senang dan bahagia bisa mengabdi dan menjalankan tugas di tanah kelahiran dan menjabat sebagai Wakapolda Babel atas kepercayaan pimpinan Polri kepada dirinya.

Apalagi diungkapkan perwira berpangkat melati ini, menjadi orang nomor dua di Polda Babel itu pernah menjadi mimpi tapi semua itu butuh proses yang panjang.

"Tentunya merasa senang dan bahagia, sekaligus merupakan tantangan berat bagi saya karena bertugas di kampung halaman, apalagi posisi orang nomor 2 di Polda adalah membantu tugas-tugas Kapolda baik di pembinaan dan bidang operasional," ucapnya.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar