Populasi Gajah Sumatera Menurun, Kemenhut Kolaborasi dengan Vantara Bangun Rumah Sakit Gajah

Populasi Gajah Sumatera Menurun, Kemenhut Kolaborasi dengan Vantara Bangun Rumah Sakit Gajah

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Populasi Gajah Sumatera Menurun, Kemenhut Kolaborasi dengan Vantara Bangun Rumah Sakit Gajah, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Upaya Kemenhut dalam Menyelamatkan Gajah Sumatera

Populasi Gajah Sumatera semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini memaksa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk segera mengambil tindakan cepat dan strategis agar populasi saat ini tidak terus menghadapi risiko kepunahan. Salah satu langkah yang diambil adalah mempercepat revitalisasi Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas.

Langkah tersebut dilakukan setelah Kemenhut melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas bersama Faunaland Indonesia dan mitra internasional Vantara dari India. Direktur Konservasi Spesies dan Genetik-Ditjen KSDAE, Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memperbaiki ekosistem sebagai habitat utama bagi Gajah Sumatera.

"Kunjungan kita ke sini bersama tim dari Faunaland Indonesia dan Vantara merupakan bentuk komitmen dari Kemenhut, khususnya Menteri Raja Juli. Kita harus memperbaiki ekosistem sebagai habitat utama bagi Gajah Sumatera," ujar Ahmad Munawir dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan data internasional, populasi Gajah Sumatera berada dalam kategori "Critically Endangered" akibat penurunan jumlah dan kerusakan habitat. Saat ini, kantong habitat gajah yang sebelumnya lebih dari 44 lokasi menyusut menjadi sekitar 21 kantong yang terfragmentasi.

Oleh karena itu, Kemenhut mendorong kolaborasi multipihak untuk menyelamatkan populasi dan habitat gajah. Termasuk dalam upaya ini adalah membangun konektivitas antarhabitat melalui koridor ekologis.

Kemenhut juga membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk revitalisasi Rumah Sakit Gajah Way Kambas. Bahkan rencananya, Vantara akan membangun rumah sakit gajah baru di wilayah Sumatera lainnya.

"Dari Vantara akan membantu Indonesia untuk membangun atau merevitalisasi Rumah Sakit Gajah di Way Kambas dan mungkin ke depan kiranya juga bisa membangun rumah sakit lainnya yang ada di Pulau Sumatera, seperti di Riau dan mungkin di Aceh," jelas Ahmad Munawir.

Peran Faunaland Indonesia dan Vantara

Sementara itu, CEO Faunaland Indonesia, Danny Gunalen, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kementerian Kehutanan. Faunaland Indonesia berkomitmen mendukung konservasi dan pelestarian biodiversitas Indonesia, khususnya Gajah Sumatera melalui kemitraan dengan Vantara.

"Kami lembaga konservasi di Indonesia adalah perwakilan dari Vantara. Vantara adalah rescue center terbesar di dunia yang berada di Jamagar milik Anant Ambani, beliau adalah pemerhati hewan dan pegiat hewan," ungkap Danny.

Danny juga mengungkapkan bahwa hasil survei awal menunjukkan kebutuhan mendesak Rumah Sakit Gajah Way Kambas, termasuk penyediaan ambulans khusus gajah. "Seperti jangka pendek mungkin akan dibutuhkan seperti animal ambulance, karena belum ada di sini untuk mengangkut Gajah. Animal ambulance itu sangat canggih, mobil ini memiliki forklift dan lain-lain, dan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan," bebernya.

Rencana Jangka Panjang

Selain kebutuhan jangka pendek, Faunaland dan Vantara juga menyiapkan rencana jangka panjang berupa revitalisasi atau pembangunan rumah sakit gajah baru. “Kami akan merevitalisasi rumah sakit, Gajah atau bahkan membuat yang baru,” tutup Danny.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar