Pos Keamanan Terpadu Polda Sulawesi Tenggara Senilai Rp120 Juta, Gubernur ASR Tambah 10 Unit

Pos Keamanan Terpadu Polda Sulawesi Tenggara Senilai Rp120 Juta, Gubernur ASR Tambah 10 Unit

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Pos Keamanan Terpadu Polda Sulawesi Tenggara Senilai Rp120 Juta, Gubernur ASR Tambah 10 Unit. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
Pos Keamanan Terpadu Polda Sulawesi Tenggara Senilai Rp120 Juta, Gubernur ASR Tambah 10 Unit

Pos Keselamatan Terpadu yang Fleksibel dan Berdaya Dukung

Pos Keselamatan Terpadu (PKT) yang dimiliki oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dikarenakan pos tersebut bisa dipindahkan ke berbagai lokasi sesuai dengan kebutuhan pengamanan. Desainnya yang khas dengan warna putih dan biru mencerminkan identitas kepolisian, sehingga mudah dikenali oleh masyarakat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pos ini baru-baru ini ditinjau langsung oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, setelah pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Anoa 2025. Acara tersebut digelar pada Jumat (19/12/2025), di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menjelaskan bahwa saat ini Ditlantas Polda Sultra hanya memiliki satu unit PKT. Biaya pembangunan satu unit PKT mencapai Rp120 juta. "Pos ini dilengkapi unsur lalu lintas, tenaga medis, serta Jasa Raharja, yang lengkap dengan fasilitasnya, sehingga fungsinya sangat mendukung pelayanan dan keselamatan masyarakat," ujar Didik saat mengecek pos tersebut.

Rencana Pengembangan PKT untuk Meningkatkan Keamanan

Gubernur Sultra telah merencanakan penambahan sebanyak 10 unit PKT serupa. Tujuannya adalah untuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan kecelakaan dan titik aktivitas masyarakat. Tambahan fasilitas tersebut akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, khususnya kawasan dengan tingkat kerawanan lalu lintas tinggi, setelah bantuan resmi direalisasikan.

Pemilihan lokasi penempatan PKT ini akan didasarkan pada analisis risiko dan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya PKT tambahan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Sultra.

Pelaksanaan Operasi Lilin Anoa 2025

Dalam pelaksanaan Operasi Lilin Anoa 2025 untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Sultra melibatkan berbagai stakeholder. Total sebanyak 3.078 personel dikerahkan, terdiri dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait.

Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan 77 pos yang mencakup pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pengamanan difokuskan pada rumah ibadah dengan prosedur sterilisasi sebelum pelaksanaan ibadah.

"Pengawasan juga akan dilakukan di lokasi rawan kriminalitas, kemacetan, dan kawasan wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat selama libur panjang Natal dan Tahun Baru yang bertepatan dengan libur sekolah," jelasnya.

Fungsi dan Peran PKT dalam Masyarakat

PKT tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat. Di dalam PKT, terdapat tenaga medis yang siap memberikan pertolongan darurat. Selain itu, Jasa Raharja juga hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Dengan kehadiran PKT, diharapkan masyarakat akan lebih merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Selain itu, PKT juga menjadi wadah untuk memberikan informasi dan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas.


Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar