
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Keputusan Gubernur DKI Jakarta Mengenai Larangan Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, telah mengumumkan kebijakan yang menarik perhatian masyarakat terkait larangan pesta kembang api dalam merayakan Malam Tahun Baru 2026. Keputusan ini dibuat dengan pertimbangan berbagai faktor, termasuk empati terhadap warga di beberapa daerah yang sedang berduka akibat bencana alam.
Pernyataan Gubernur dalam Acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik
Dalam acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik di Balai Kota Jakarta, Pramono menyampaikan bahwa pihaknya akan melarang penggunaan kembang api baik oleh pemerintah maupun swasta selama perayaan Tahun Baru. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini dikeluarkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang masih memulihkan diri dari bencana tanah longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami ingin memberikan dukungan moril kepada mereka yang sedang berduka," ujar Pramono. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini tidak berlaku bagi anak-anak yang bermain kembang api dalam skala kecil, karena menurutnya hal itu wajar dilakukan dalam lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Surat Edaran untuk Larangan Kembang Api Besar
Selain itu, Pramono menyatakan bahwa ia akan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) khusus yang mengatur larangan penggunaan kembang api berskala besar. Tujuan dari SE ini adalah agar masyarakat lebih waspada dan menghindari risiko kecelakaan akibat penggunaan kembang api yang tidak terkendali.
Namun, ia tetap menegaskan bahwa kembang api yang digunakan secara kecil dan aman tidak akan dilarang. "Kecuali kecil-kecil ya, anak-anak kampung yang main kembang api wajar," tambahnya.
Perhatian terhadap Kondisi Jakarta sebagai Ibu Kota
Meskipun kebijakan ini diterapkan, Pramono tetap memperhatikan posisi Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan pusat perekonomian nasional. Ia menyadari bahwa malam pergantian tahun di Jakarta tidak boleh terlalu sepi, mengingat banyaknya perhatian publik internasional terhadap acara tersebut.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar hanya beberapa titik tertentu saja yang diadakan acara perayaan Tahun Baru. "Dari rencana sebegitu banyak titik-titik yang akan diadakan (acara peringatan tahun baru), hari ini saya akan memutuskan dalam rapat setelah acara ini, mungkin maksimum satu atau dua tempat saja," jelasnya.
Harapan untuk Tahun Baru yang Lebih Baik
Pramono juga berharap bahwa masyarakat dapat memanfaatkan malam pergantian tahun untuk berdoa dan merayakan dengan cara yang lebih tenang dan damai. "Yang lain, sudah, di rumah masing-masing kita berdoa untuk pergantian tahun baru, mudah-mudahan tahun depan kita semua diberikan berkah yang lebih baik," tuturnya.
Keputusan ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih aman dan harmonis bagi seluruh masyarakat Jakarta serta memberikan contoh yang baik dalam merayakan momen penting seperti Tahun Baru.
Komentar
Kirim Komentar