
Prestasi Sepak Takraw Manggarai Barat sebagai Langkah Awal Menuju PON 2028
Prestasi yang diraih oleh tim sepak takraw Kabupaten Manggarai Barat dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) XX Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025 menjadi sebuah pencapaian penting. Tim ini berhasil meraih tiga medali emas, yang tidak hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di tingkat lokal menuju kompetisi nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyambut baik prestasi tersebut dan menilai bahwa capaian ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, melainkan hasil dari proses pembinaan yang terencana dan konsisten. Ia menyampaikan hal ini saat menerima atlet, pelatih, serta ofisial sepak takraw Manggarai Barat di ruang kerjanya, Senin, 22 Desember 2025.
“Prestasi ini harus dibaca sebagai titik awal. Tantangannya adalah menjaga disiplin latihan, memperkuat mental juara, dan menyiapkan atlet untuk level yang lebih tinggi,” ujar Bupati Endi.
Menurutnya, pemerintah daerah memandang pembinaan olahraga sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia. Sepak takraw, kata dia, memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat nasional, sehingga perlu dukungan yang berkelanjutan.
Dukungan tersebut, menurut Bupati Endi, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang disorot adalah masuknya cabang olahraga sepak takraw ke dalam kurikulum Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang mulai tahun ajaran 2026.
Kebijakan ini dinilai penting untuk memperkuat pemetaan dan pengembangan atlet sejak usia dini. Bupati Endi menegaskan bahwa kebijakan ini relevan dengan agenda besar NTT sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Ini peluang besar bagi atlet daerah, termasuk dari Manggarai Barat, untuk disiapkan secara lebih terukur dan kompetitif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Manggarai Barat, Fitalis H. Sukario, mengungkapkan bahwa raihan tiga medali emas merupakan hasil dari pembinaan jangka panjang dan kerja kolektif antara atlet, pelatih, pengurus, serta pemerintah daerah.
Ia juga menekankan peran penting dukungan masyarakat dan donatur dalam menopang keberlangsungan pembinaan atlet. Menurutnya, prestasi ini tidak lahir dari kerja individu, tetapi dari kolaborasi banyak pihak yang percaya pada potensi sepak takraw Manggarai Barat.
Strategi Pembinaan Olahraga yang Berkelanjutan
Pembinaan olahraga di Manggarai Barat tidak hanya berfokus pada pencapaian dalam kompetisi, tetapi juga pada pengembangan jangka panjang. Beberapa strategi yang diterapkan mencakup:
- Peningkatan kualitas pelatihan: Pelatih dan atlet terus diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui program pelatihan intensif dan pertemuan dengan pelatih profesional.
- Penguatan mental atlet: Dalam setiap latihan, fokus diberikan pada pengembangan mental juara agar atlet dapat bertahan dalam tekanan kompetisi.
- Kolaborasi dengan institusi pendidikan: Sepak takraw masuk dalam kurikulum SKO Flobamorata Kupang, yang akan membantu menemukan bakat-bakat baru sejak dini.
Peran Masyarakat dan Donatur
Masyarakat dan para donatur berperan penting dalam mendukung pembinaan atlet sepak takraw Manggarai Barat. Dukungan ini tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga dukungan moral dan semangat yang memberikan motivasi kepada atlet dan pelatih.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelatih, atlet, dan masyarakat, harapan untuk menghasilkan atlet-atlet unggul yang siap berlaga di tingkat nasional semakin terwujud.
Komentar
Kirim Komentar