Program Belitung Ungkap Penyebab Utama Stunting

Program Belitung Ungkap Penyebab Utama Stunting

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Program Belitung Ungkap Penyebab Utama Stunting yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Program Belitung Ungkap Penyebab Utama Stunting

Program Genting: Gerakan Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting di Kabupaten Belitung

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu inisiatif penting dalam upaya mengurangi angka stunting. Dalam program ini, pihak terkait menyoroti dua penyebab utama stunting yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Faktor Ekonomi dan Pola Asuh

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Belitung, Febriansyah, menjelaskan bahwa banyak keluarga belum memahami pentingnya gizi seimbang, jarak kelahiran ideal, serta bahaya pernikahan dini. Hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan anak mengalami stunting. Untuk itu, program Genting tidak hanya fokus pada bantuan nutrisi, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua melalui penyuluh KB, pemerintah desa, dan kecamatan.

Bantuan bagi anak asuh diberikan dalam bentuk barang seperti makanan bergizi dan suplemen, bukan uang tunai. Nilai bantuan setara Rp450 ribu per anak setiap bulan. Penyaluran dilakukan bersama tenaga kesehatan agar jenis bantuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Dengan demikian, bantuan tersebut lebih tepat sasaran dan efektif dalam membantu perkembangan anak.

Partisipasi Berbagai Pihak

Selain dukungan dari Aparatur Sipil Negara (ASN), program Genting ini juga menggandeng sejumlah pihak eksternal. Termasuk Kejaksaan Negeri Belitung yang turut menyalurkan bantuan bagi keluarga berisiko stunting di beberapa wilayah. “Alhamdulillah kemarin Pak Kajari ikut mendukung melalui kegiatan sosial di lapangan,” kata Febriansyah usai rapat program Genting yang dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di ruang rapat Pemkab Belitung, Jumat (10/10/2025).

Ia menjelaskan data penerima program terus diverifikasi dan divalidasi agar tepat sasaran. Terdapat sekitar 237 keluarga kategori kurang mampu saat ini yang teridentifikasi berisiko stunting. Evaluasi dilakukan setiap enam bulan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan sasaran tetap akurat.

Tujuan dan Harapan Program

Melalui gerakan ini, pihaknya berharap para orang tua asuh tak hanya memberi bantuan materi, tapi juga hadir langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. “Kita ingin gerakan ini menjadi bentuk silaturahmi agar semua pihak lebih memahami situasi warga yang kita bantu,” jelasnya.

Pemkab Belitung menegaskan program Genting dijalankan secara gotong royong tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik dari APBN maupun APBD. Program ini melibatkan pegawai negeri, lembaga, dan pihak swasta untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan langsung berupa kebutuhan gizi dan edukasi.

Menurut Febriansyah, program Genting difokuskan pada pencegahan, bukan penanganan kasus stunting yang sudah terjadi. “Kami fokus pada anak-anak dari keluarga tidak mampu yang berisiko stunting. Kalau yang sudah stunting, intervensinya lebih sulit,” ujarnya.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar