
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kondisi Jalur Gaza yang Mengkhawatirkan
Dalam dua tahun terakhir, Jalur Gaza mengalami kerusakan yang luar biasa akibat serangan berkelanjutan dan tindakan yang dianggap sebagai genosida oleh pihak Israel. Menurut Andrew Gillum, Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Hak Asasi Manusia (HAM), proses rekonstruksi wilayah Palestina ini memerlukan upaya besar yang bahkan bisa disamakan dengan pembangunan kembali negara Jerman setelah Perang Dunia II.
"Kita belum pernah melihat tingkat kehancuran seperti ini, dengan jumlah bom yang jatuh lebih banyak daripada di Jerman selama Perang Dunia II oleh semua sekutu di wilayah kecil seukuran Gaza. Hampir setiap universitas, rumah sakit, dan klinik hancur total," ujar Gillum dalam sebuah wawancara.
Meskipun adanya gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat memberikan sedikit kelegaan, ia menegaskan bahwa proses pemulihan bagi rakyat Jalur Gaza masih sangat panjang dan penuh tantangan. Salah satu tantangan utama adalah membersihkan 50 juta ton puing dan merehabilitasi infrastruktur serta layanan publik. Selain itu, diperlukan juga penyediaan tempat berlindung bagi warga yang mengungsi.
Pentingnya Bantuan Kemanusiaan
Gillum menekankan pentingnya kelancaran pasokan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Hal ini menjadi faktor krusial dalam mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah.
"Banyak makanan yang teronggok di luar Gaza tidak diizinkan masuk oleh Israel. Bahkan, selai kacang yang diberikan kepada anak-anak Gaza untuk mencegah mereka mati kelaparan pun dicegah masuk," ucap Gillum.
Ia berharap PBB memimpin koordinasi global untuk operasi kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza. Ini harus didukung oleh Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya. "Ada berbagai mekanisme koordinasi yang dibentuk dan PBB memimpin dalam melakukannya di tempat yang diizinkan untuk beroperasi," tambahnya.
Kritik terhadap Upaya Politik Israel
Gillum juga mengkritik upaya politik Israel yang bertujuan merusak kredibilitas PBB dalam upaya kemanusiaan di Gaza. Pemerintahan Benjamin Netanyahu sering kali menuduh keterkaitan PBB dengan Hamas tanpa bukti yang jelas.
"Kita telah menyaksikan upaya yang mengejutkan ini untuk menjelek-jelekkan setiap aspek PBB oleh Israel. Karena PBB telah mengecam mereka atas pelanggaran hukum humaniter internasional yang sangat berat," ujarnya.
Menurut Gillum, peran PBB di Gaza akan bergantung pada apakah organisasi tersebut ingin terlibat atau tidak. Kendala terberat saat ini adalah Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel.
"Tentu saja, Eropa menginginkan PBB terlibat, negara-negara Liga Arab menginginkan PBB terlibat, tetapi Israel tidak menginginkan PBB terlibat," katanya.
"Semuanya akan bergantung pada Presiden Trump apakah dia menginginkan PBB terlibat," tambah Gillum.
Komentar
Kirim Komentar