
Pelatihan Keamanan Pangan untuk Relawan SPPG di Kediri
Puluhan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, mengikuti seminar keamanan pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan oleh pemerintah daerah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tujuan utama dari seminar ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para relawan tentang sistem keamanan pangan, mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan kepada masyarakat. Dengan demikian, seluruh produk olahan pangan yang dihasilkan SPPG diharapkan memenuhi standar higienis dan layak konsumsi.
Peran Penting dalam Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Kepala UPTD Puskesmas Sambi, dr. Azis Samsurizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi tahapan awal dalam percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). "Dengan adanya seminar ini, para peserta bisa mengetahui dan menerapkan bagaimana sistem keamanan pangan dalam proses produksi olahan yang akan didistribusikan kepada masyarakat," katanya saat ditemui.
Ia menambahkan, sertifikat tersebut nantinya menjadi bukti bahwa para penjamah makanan telah memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan. "Peserta juga akan mendapatkan sertifikat sebagai penjamah makanan, sehingga ke depan SPPG dapat memberikan jaminan keamanan terhadap olahan pangan yang diproduksi," tambah Azis.
Materi yang Disampaikan dalam Seminar
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan beragam materi, mulai dari kebijakan keamanan pangan siap saji, pengendalian cemaran dan penyakit bawaan pangan, hingga sanitasi lingkungan kerja. "Relawan juga diajarkan cara menjaga kebersihan alat masak, menangani bahan pangan yang baik, serta mengatur distribusi makanan agar tetap higienis," jelasnya.
Tidak hanya sebatas pelatihan, pihak Puskesmas akan melakukan tindak lanjut berupa inspeksi kesehatan lingkungan di lokasi produksi SPPG. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan keamanan pangan benar-benar diterapkan sesuai standar. "Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, barulah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi akan diterbitkan," tegas Azis.
Strategi untuk Menjamin Keamanan Pangan
Program pelatihan semacam ini, menurutnya, menjadi langkah strategis untuk menjamin bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG tidak hanya bergizi tetapi juga aman dikonsumsi oleh masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pengawasan dan koordinasi lintas sektor melalui pembentukan Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG. "Satgas ini dibentuk berdasarkan SK Bupati, dan di dalamnya terdiri dari berbagai OPD yang berperan dalam pengawasan serta memastikan semua SOP dipatuhi," ungkapnya.
Menurut Khotib, salah satu fokus utama Satgas adalah menjamin setiap SPPG memenuhi persyaratan teknis seperti kepemilikan SLHS. "Kami ingin setiap penyedia makanan pada program MBG memiliki komitmen tinggi terhadap kebersihan dan keamanan pangan," terangnya.
Harapan untuk Program MBG yang Lebih Efektif
Ia berharap, dengan adanya Satgas dan pelatihan berkelanjutan seperti ini, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kediri dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. "Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, program MBG ini bisa menjadi contoh praktik terbaik dalam pelayanan gizi masyarakat," ujar Khotib.
Komentar
Kirim Komentar