
Renungan Harian Katolik: Ketika Allah Menggenapi Janji-Nya
Renungan harian Katolik hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang bagaimana Tuhan selalu setia dalam menjalankan janji-Nya, meskipun seringkali waktu dan cara-Nya tidak sesuai dengan harapan manusia. Pada hari Selasa biasa Khusus Adven, perayaan fakultatif Santo Yohanes Kansius Pengaku Iman dan Santo Servulus Pengaku Iman, renungan ini menyampaikan pesan yang mendalam tentang pengharapan, ketaatan, dan kepercayaan pada rencana Tuhan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bacaan Liturgi
Bacaan pertama dari Maleakhi 3:1-4;4:5-6 mengingatkan kita bahwa Tuhan akan mengutus Nabi Elia sebelum datangnya hari Tuhan. Firman Tuhan menegaskan bahwa Ia akan mempersiapkan jalan bagi umat-Nya, memurnikan mereka seperti emas dan perak, sehingga mereka dapat mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Pesan ini memberi gambaran tentang proses pembersihan dan pemurnian rohani yang diperlukan sebelum kedatangan Yesus Kristus.
Mazmur Tanggapan Mzm 25:4b-5b.8-9.10.14 menekankan bahwa Tuhan baik dan benar, dan Ia menunjukkan jalan kepada orang-orang yang sesat. Ini menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu siap membimbing kita, bahkan ketika kita terjebak dalam kesalahan atau kebingungan.
Bait Pengantar Injil mengajak kita untuk berdoa agar Tuhan datang dan menyelamatkan umat-Nya, sementara bacaan Injil dari Lukas 1:57-66 menceritakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Kisah ini menggambarkan bagaimana Tuhan bekerja dalam keheningan, mengubah situasi yang tampak mustahil menjadi kenyataan.
Renungan Harian Katolik
1. Allah Menggenapi Janji dalam Waktu-Nya Sendiri
Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis mengajarkan bahwa Tuhan bekerja dalam waktu-Nya sendiri. Bagi Elisabet yang sudah tua, melahirkan anak adalah hal yang mustahil secara manusiawi, tetapi bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Renungan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu setia pada janji-Nya, meski kita sering tidak sabar. Allah bekerja dalam keheningan, dalam waktu yang tepat, dan dengan cara yang selalu melampaui logika kita.
2. Kebersukaan yang Menyebar
Kelahiran Yohanes tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh lingkungan sekitar. Mereka melihat bahwa Tuhan campur tangan, sehingga mereka bersukacita bersama Elisabeth. Pesan ini mengingatkan kita bahwa karya Tuhan dalam hidup kita dapat menjadi tanda keselamatan bagi banyak orang. Ketika Tuhan memberkati hidup kita, itu bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi juga sebagai kesaksian yang dapat menguatkan orang lain.
3. Penamaan Yohanes: Ketaatan yang Membuka Masa Depan Baru
Saat bayi itu harus diberi nama, semua orang mengira ia harus menyandang nama ayahnya, Zakharia. Tetapi Elisabeth menegaskan: “Ia harus dinamai Yohanes.” Ini bukan nama sembarangan. Nama itu diberikan oleh malaikat sebagai bagian dari rencana Allah. Ketaatan Elisabeth dan Zakharia pada kehendak Allah—meski bertentangan dengan tradisi keluarga—membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih besar: Yohanes menjadi pembuka jalan bagi Mesias.
4. Mulut Zakharia Terbuka dan Ia Memuji Tuhan
Selama sembilan bulan, Zakharia menjadi bisu karena kurang percaya pada kabar malaikat. Tetapi ketika ia akhirnya menaati kehendak Tuhan dengan menuliskan nama “Yohanes,” mulutnya terbuka dan ia memuji Allah. Ini mengajarkan bahwa ketidaktaatan membungkam pujian, sedangkan ketaatan membuka kemerdekaan rohani. Banyak orang sulit bersyukur bukan karena mereka tidak diberkati, tetapi karena hati mereka tertutup oleh keraguan, kecemasan, atau keinginan mengatur hidup sendiri.
5. Pertanyaan Tentang Masa Depan Yohanes
Semua orang berkata: “Apakah gerangan anak ini nanti?” Pertanyaan ini bukan sekadar rasa ingin tahu, tetapi pengakuan bahwa kemurahan Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan. Setiap orang yang dipanggil oleh Tuhan memiliki peran unik dalam rencana keselamatan. Yohanes menjalankan perannya: menyiapkan jalan bagi Yesus.
6. Masa Adven: Menanti Allah yang Menepati Janji
Menjelang Natal, Gereja mengingatkan bahwa kelahiran Yohanes adalah tanda bahwa Mesias semakin dekat. Adven adalah masa menata hati, memperbarui iman, membuka ruang bagi Tuhan, dan memercayai janji-Nya. Allah yang menggenapi janji-Nya kepada Elisabeth dan Zakharia adalah Allah yang sama yang bekerja dalam hidup kita hari ini.
7. Penutup: Allah Sedang Bekerja, Meski Kita Tidak Melihatnya
Kisah hari ini meneguhkan bahwa Tuhan setia, waktu-Nya sempurna, ketaatan membuka berkat, dan setiap hidup punya panggilan ilahi. Adven adalah masa penuh harapan. Mari kita percaya bahwa ketika kita menunggu dengan setia, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Komentar
Kirim Komentar