Rindu Masa Emas, Demokrat Andalkan SBY Hadapi Tahun Politik

Rindu Masa Emas, Demokrat Andalkan SBY Hadapi Tahun Politik

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Rindu Masa Emas, Demokrat Andalkan SBY Hadapi Tahun Politik, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Partai Demokrat Kembali Memperkuat Strategi Pemenangan

Partai Demokrat sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tahun politik mendatang dengan meminta bimbingan langsung dari Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk merancang strategi yang lebih efektif dan memperkuat konsolidasi organisasi. Hal ini sejalan dengan usaha partai dalam merekonstruksi strategi pemenangan, dengan harapan mampu mengulang keberhasilan yang pernah diraih pada Pemilu 2009.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyatakan bahwa kerinduan untuk kembali mencatatkan sejarah emas menjadi motor penggerak utama konsolidasi organisasi saat ini. Pada Pemilu 2009, Partai Demokrat berhasil meraih 148 kursi DPR dan mendominasi perolehan suara di berbagai daerah strategis.

“Kami ingin mengonstruksi kembali semangat ketahanan besar yang pernah dibangun Bapak SBY,” ujar Herman dalam Retret Partai Demokrat Jawa Barat di Ciwidey Valley, Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu, 20 Desember 2025.

Minta Bimbingan Langsung SBY

Retret tersebut turut dihadiri oleh Susilo Bambang Yudhoyono serta pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD Partai Demokrat di Jawa Barat, para ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Barat, serta sejumlah kandidat calon legislatif potensial tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

Herman secara khusus memohon bimbingan langsung dari SBY untuk mencapai target pemenangan. Ia menilai pola penguatan kader hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang diterapkan SBY di masa lalu terbukti menjadi jangkar kemenangan partai. Menurut Herman, kehadiran SBY secara langsung di tengah kader, khususnya di wilayah lumbung suara seperti Jawa Barat—meliputi Bogor, Priangan, Tasikmalaya, Garut, hingga Cirebon—sangat dibutuhkan.

“Kehadiran Bapak merupakan kunci efektivitas kemenangan kita (Partai Demokrat). Saya bersaksi, bahwa berkat bimbingan Bapak, suara di daerah pemilihan bisa terus meningkat secara konsisten,” ujarnya.

Agenda Konsolidasi Nasional

Herman juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Partai Demokrat akan menuntaskan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di 38 provinsi. Selanjutnya, pada 2026, partai akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi menyeluruh untuk memperkuat struktur dan kesiapan partai menghadapi kontestasi politik mendatang.

Konsolidasi DPC Demokrat Jawa Barat

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat, Mohamad Handarujati Kalamullah, mengatakan bahwa para ketua DPC se-Jawa Barat mengikuti konsolidasi internal dalam rangka memantapkan persiapan program kerja dan penguatan infrastruktur partai menuju 2026.

Menurut Handarujati, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari jambore Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Dewan PAC (DPAC) di Kota Cirebon yang digelar beberapa waktu lalu. “Kami menyiapkan sejumlah hal pada 2026, di antaranya penyusunan program kerja. Kami pun terus memantapkan langkah-langkah strategis untuk membesarkan dan pembenahan infrastruktur partai,” ucap Handarujati di sela-sela retret.

Dalam kesempatan tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan arahan kepada jajaran internal Partai Demokrat secara tertutup. Handarujati menyebut, kehadiran SBY di Jawa Barat sekaligus menjadi ajang nostalgia. “Separuh karier Pak SBY selama mengabdi di militer berada di Jawa Barat, terutama Bandung. Kedua putra beliau pun lahir di Bandung,” ujarnya.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar