Sarjan, Kontraktor Lokal Terlibat Kasus Suap Bupati Bekasi

Sarjan, Kontraktor Lokal Terlibat Kasus Suap Bupati Bekasi

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Sarjan, Kontraktor Lokal Terlibat Kasus Suap Bupati Bekasi, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Kasus Korupsi di Kabupaten Bekasi: Nama Sarjan Jadi Sorotan

Nama Sarjan kini menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Selain Sarjan, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang, juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sarjan adalah seorang kontraktor lokal yang kerap mengerjakan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Bekasi. Ia dikenal sebagai tokoh masyarakat yang cukup berpengaruh di wilayah Tambun Utara. Sebelum terlibat dalam kasus korupsi ini, Sarjan sering tampil sebagai figur dermawan dan piawai membangun jejaring sosial serta politik.

Puncak perhatian publik terhadap Sarjan terjadi pada 26 Oktober 2025 ketika ia menjadi Ketua Panitia “Mancing Mania Gratis”, sebuah acara rakyat berskala besar yang digelar di sepanjang Kali Gabus. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadikannya salah satu agenda rakyat daerah yang naik kelas ke panggung nasional. Dengan total hadiah mencapai Rp250 juta, termasuk sepeda dan motor listrik, acara itu dipuji sebagai simbol kebersamaan dan kekuatan partisipasi masyarakat.

Namun, citra positif Sarjan runtuh seketika ketika KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka terkait kasus ini. Selain Bupati, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu HM Kunang selaku ayah Bupati, dan Sarjan selaku pihak swasta.

Diketahui, Bupati Ade dan ayahnya ditangkap bersama delapan orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025). Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu ADK (Ade Kuswara Kunang), HMK (HM Kunang), dan SRJ (Sarjan).

Peran Ganda Ayah Ade Kuswara Kunang
HM Kunang tidak hanya menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami tetapi juga sebagai ayah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Ia diduga menjadi penghubung antara pihak swasta penyedia proyek dan Ade Kuswara Kunang dalam praktik ijon paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Dalam rentang Desember 2024 sampai Desember 2025, Ade Kuswara Kunang diduga rutin meminta ijon paket proyek ke pihak swasta melalui perantara HM Kunang dan pihak lainnya.

HM Kunang bahkan suka meminta sendiri jatah uang untuknya tanpa sepengetahuan Ade Kuswara Kunang. Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, menyebutkan bahwa HM Kunang tidak hanya meminta jatah uang kepada Sarjan selaku pihak swasta, melainkan juga ke pihak-pihak lain.

Harta Kekayaan Bupati Bekasi Ade Kuswara
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang memiliki harta kekayaan mencapai Rp 79 miliar. Total harta tersebut terdiri dari tanah, bangunan, alat transportasi, dan mesin. Ada juga harta bergerak lainnya milik Ade Kuswara, berikut kas dan setara kas.

Ade Kuswara Sempat Menghilang Dua Hari
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang sempat menghilang dua hari sebelum Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dua hari itu, Bupati Bekasi Ade Kunang sempat tidak menghadiri sejumlah agenda bersama kepala daerah se-Jawa Barat di Cianjur, pada Rabu (17/12/2025). Selain itu, Bupati Bekasi juga tidak menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung pada Kamis (18/12/2025).

Pemerintahan Normal
Wakil Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja, memastikan pemerintahan berjalan normal pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengungkapkan belum mau banyak berkomentar terkait OTT KPK tersebut. "Jadi karena beritanya baru rilis jadi saya belum bilang apa-apa. Mudah-mudahan baik-baik saja, jadi karena bertanya belum ada, masih simpang siur," katanya usai Apel Bela Negara di Plaza Pemkab Bekasi pada Jumat (19/12/2025).

Aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terpantau normal pasca penyegelan sejumlah ruangan bupati bekasi pada Jumat (19/12/2025). Sejumlah ASN terpantau masih beraktivitas berlalu-lalang ke perkantoran Pemkab Bekasi.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar