
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penyebab Dugaan Keracunan Siswa Akibat Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur
Puluhan siswa di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan pengelolaan program MBG yang seharusnya memberikan manfaat bagi siswa.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, Muhammad Juaini Taofik, menjelaskan bahwa penyebab dugaan keracunan tersebut berasal dari tenggang waktu antara penyajian menu MBG dengan waktu konsumsi oleh siswa yang cukup lama. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa makanan segar yang disajikan tidak terlalu lama berada dalam kondisi tidak terkonsumsi.
"Setelah mendapat informasi dari media, kami langsung meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas Batuyang. Jika tidak bisa ditangani, maka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat," ujarnya.
Juaini menambahkan bahwa hasil investigasi menunjukkan bahwa jarak waktu antara penyajian dan konsumsi menu MBG terlalu lama. Bahkan, ada beberapa siswa yang membawa pulang makanan tersebut, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi atau penurunan kualitas makanan.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Juaini merekomendasikan agar menu MBG disajikan secara tepat sasaran dan sesuai jadwal konsumsi. Ia juga meminta kepada pihak sekolah untuk memastikan bahwa makanan tidak dibawa pulang oleh siswa.
"Pastikan MBG diterima oleh siswa tepat sasaran. Jika memang untuk siswa, jangan dibawa pulang karena makanan ini segar dan tanpa pengawet. Waktu konsumsi harus segera dilakukan," jelasnya.
Juaini menegaskan bahwa MBG adalah program yang sangat baik dan perlu didukung oleh kolaborasi lintas sektor, termasuk masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), dan pihak sekolah. Ia meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam pelaksanaan program ini.
"Semua OPD harus terlibat dalam kolaborasi. Jika MBG sudah tiba, segera dibagikan ke siswa dan dikonsumsi bersama-sama," tambahnya.
Pengalaman Siswa dan Guru Terkena Dugaan Keracunan
Muhamad Takdir, seorang wali murid di SMP Islam Terpadu Lukman Hakim Pohgading, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami gejala seperti pusing dan mual setelah memakan menu nasi goreng dari MBG. Ia menyatakan bahwa nasi goreng tersebut dalam kondisi baik, tanpa perubahan rasa maupun aroma.
"Tidak ada perubahan rasa atau aroma. Anak saya bilang rasanya enak dan habis dimakan," ujar Takdir.
Sementara itu, salah satu guru, LN, menyampaikan bahwa selain siswa, tiga orang guru juga merasakan gejala serupa setelah mencicipi nasi goreng dari MBG. Mereka mengalami mual dan muntah, serta banyak siswa yang dilarikan ke Puskesmas.
Langkah Mitigasi dan Perbaikan
Untuk memastikan keamanan dan kualitas MBG, Juaini menyarankan adanya evaluasi terhadap proses distribusi dan penyajian makanan. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar makanan tetap segar dan tidak terkontaminasi.
Selain itu, juaini juga mengajak masyarakat dan pihak sekolah untuk lebih waspada dalam menghadapi program MBG. Ia menilai bahwa kolaborasi antara berbagai pihak merupakan kunci keberhasilan program ini.
Kesimpulan
Kejadian dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Pringgabaya menjadi peringatan penting tentang pentingnya pengelolaan makanan yang tepat. Program MBG memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa, tetapi perlu diiringi dengan komitmen dan kesadaran dari semua pihak terkait. Dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat, kejadian serupa dapat diminimalkan dan program MBG dapat berjalan lebih efektif.
Komentar
Kirim Komentar