Sempat Tutup, Wisata Matahari Terbit Candi Borobudur Kembali Dibuka

Sempat Tutup, Wisata Matahari Terbit Candi Borobudur Kembali Dibuka

Kabar selebriti kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang Sempat Tutup, Wisata Matahari Terbit Candi Borobudur Kembali Dibuka yang menjadi trending. Cek faktanya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kembali Menikmati Matahari Terbit di Puncak Candi Borobudur

Setelah sempat ditutup sejak tahun 2020, kini wisatawan kembali dapat menikmati pemandangan matahari terbit dari puncak Candi Borobudur. Aktivitas ini diberi nama Borobudur Sunrise, yang menjadi salah satu ikon wisata unggulan yang dinanti-nanti oleh para pengunjung.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menyampaikan bahwa aktivasi kembali program ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan kembali pengalaman istimewa yang telah lama tertunda. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih terkurasi, terbatas, dan berbasis pada prinsip pelestarian warisan budaya.

Pengalaman Unik dengan Pemandangan yang Menakjubkan

Dalam aktivitas Borobudur Sunrise, wisatawan akan disuguhkan pemandangan matahari terbit dengan rona merah jingga di ufuk timur. Tidak hanya itu, mereka juga bisa melihat siluet Gunung Merapi dan Merbabu yang menjadi latar belakang indah dari Candi Borobudur.

Febrina menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat misi pelestarian warisan budaya melalui pendekatan yang lebih akrab dan substantif. Diharapkan, program ini juga memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM dan pegiat wisata di sekitar kawasan.

Akses Naik Struktur Candi Borobudur Kembali Dibuka

Selain reaktivasi Borobudur Sunrise, PT Taman Wisata Borobudur juga resmi membuka akses naik struktur Candi Borobudur setiap hari untuk wisatawan regular maupun pelajar. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi penguatan pengalaman wisata berbasis warisan budaya yang berkelanjutan dan inklusif.

Pembukaan akses ini dilakukan dalam koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten Magelang, serta ASITA dan pelaku wisata lainnya. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah pengelolaan dilakukan dalam bingkai regulasi, kaidah pelestarian, dan etika pariwisata berkelanjutan.

Tahap Uji Coba dan Evaluasi Berkala

Program Borobudur Sunrise masih dalam tahap uji coba. Nantinya, program ini akan dievaluasi secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak. Pengelola akan mengukur dampak fisik, persepsi pengunjung, dan feedback publik sebelum menetapkan jadwal reguler.

Termasuk dalam evaluasi tersebut adalah harga tiket, agar pengalaman wisatawan lebih berkualitas dan mendukung upaya konservasi. Febrina berharap Borobudur Sunrise menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman berkunjung yang penuh makna di warisan budaya dunia Candi Borobudur.

Waktu Berkunjung dan Harga Tiket

Saat ini, kunjungan naik Candi Borobudur bagi pelajar dan wisatawan umum bisa dilakukan setiap hari. Alur kedatangan pengunjung Borobudur Sunrise ini melalui Kantor Unit Borobudur dengan memasuki akses Pintu 7 Taman Wisata Candi Borobudur pada pukul 04.00 WIB.

Pengunjung akan menerima sejumlah perlengkapan khusus, antara lain wristband, senter, upanat, pemandu wisata, souvenir, dan voucher sarapan. Pada pukul 05.00 WIB, wisatawan menikmati panorama sunrise dari lantai 9 Candi Borobudur. Setelahnya, pengunjung diajak untuk menikmati sarapan pagi di Bukit Dagi dengan hidangan kuliner otentik lokal sambil menikmati pemandangan Candi Borobudur dan jajaran bukit Menoreh.

Reservasi tiket Borobudur Sunrise bisa dilakukan melalui WhatsApp +62 857 2758 7800 dengan harga tiket sebesar Rp 1 juta bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Kunjungan dibatasi dengan kuota maksimal 100 orang per hari.

Perlu diingat, pengunjung tetap diwajibkan menggunakan upanat untuk mengurangi gesekan langsung pada struktur batu candi. Pengelola juga akan mengatur sirkulasi agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada bagian-bagian yang rentan.

Mendorong Peningkatan Wisatawan dan Ekonomi Lokal

Febrina menjelaskan bahwa pengalaman ini dihidupkan kembali secara bertahap dengan kuota terbatas dan pengawasan ketat, guna memastikan keberlanjutan dan kelestarian struktur candi. Program ini juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi lokal berbasis budaya.

"Ini kami harap bisa mendorong peningkatan wisatawan dari kalangan pelajar, supaya bisa seperti dulu lagi. Karena pelajar ini adalah pangsa pasar besar yang berpotensi bagi pelaku UMKM di Kampung Seni Borobudur," jelasnya.

Kesimpulan: Tunggu update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk share berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar