
Sejarah Transplantasi Jantung Buatan Pertama
Pada awal tahun 1980-an, dunia kedokteran mencatat sebuah peristiwa penting yang menjadi langkah besar dalam pengembangan teknologi medis. Peristiwa tersebut adalah transplantasi jantung buatan pertama yang dilakukan pada manusia. Dampaknya masih sering dibahas hingga kini karena perannya dalam memajukan inovasi di bidang kesehatan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Transplantasi jantung buatan ini tidak hanya menjadi terobosan teknis, tetapi juga memicu banyak perdebatan mengenai etika dan keamanan penggunaannya. Oleh karena itu, penting untuk memahami siapa pasien yang menerima operasi ini, bagaimana prosedur dilakukan, serta dampaknya terhadap dunia kesehatan.
Sosok Penerima Transplantasi Jantung Buatan Pertama
Penerima transplantasi jantung buatan pertama adalah Dr. Barney Clark, seorang dokter gigi pensiunan asal Amerika Serikat. Saat itu, ia berusia 61 tahun dan kondisi kesehatannya sangat kritis akibat gagal jantung berat. Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menerima transplantasi jantung manusia, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan alternatif dengan menanamkan jantung buatan.
Operasi bersejarah ini dilakukan di University of Utah Medical Center. Di tempat inilah, tim medis melakukan transplantasi jantung buatan sebagai upaya terakhir untuk mempertahankan hidup pasien.
Jantung Buatan Jarvik-7 yang Digunakan
Jantung buatan yang ditanamkan pada tubuh Barney Clark adalah model Jarvik-7. Alat ini dirancang oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Robert Jarvik. Jarvik-7 dirancang untuk menggantikan fungsi jantung alami yang tidak bekerja optimal.
Secara teknis, jantung buatan ini bekerja dengan sistem mekanik yang terhubung ke perangkat di luar tubuh. Meskipun merupakan inovasi awal, teknologi ini masih sangat sederhana dan belum sepenuhnya stabil bagi pasien. Hal ini menyebabkan beberapa tantangan dalam penggunaannya.
Hasil Operasi dan Masa Bertahan Hidup Pasien
Setelah menjalani operasi, Barney Clark mampu bertahan hidup selama 112 hari. Selama masa tersebut, ia sempat berkomunikasi dengan keluarga dan tim medis meskipun kondisinya sering naik-turun. Namun, ia juga mengalami berbagai komplikasi serius seperti kejang, gangguan fungsi organ, dan penurunan kualitas hidup.
Akhirnya, Barney Clark meninggal dunia pada Maret 1983 akibat komplikasi lanjutan dari kondisi kesehatannya.
Apa Itu Jantung Buatan dan Cara Kerjanya?
Jantung buatan adalah alat protesis medis yang dirancang untuk menggantikan fungsi jantung manusia. Fungsi utamanya adalah memompa darah ke seluruh tubuh ketika jantung alami tidak lagi mampu bekerja.
Di sisi lain, jantung buatan umumnya terhubung dengan sistem pintas jantung-paru dan memerlukan sumber energi dari luar tubuh. Penggunaannya berisiko menimbulkan masalah jangka panjang, terutama terkait infeksi dan kegagalan organ lain.
Dampak Medis dan Larangan Penggunaan Permanen
Setelah kasus Barney Clark, penggunaan jantung buatan sebagai solusi permanen mulai dipertanyakan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa harapan hidup pasien dengan jantung buatan penuh saat itu hanya berkisar beberapa bulan.
Oleh karena itu, jantung buatan generasi awal kemudian tidak lagi dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang. Meskipun demikian, teknologi ini tetap menjadi dasar pengembangan alat bantu jantung modern.
Perkembangan Jantung Buatan Setelah Jarvik-7
Seiring waktu, berbagai model jantung buatan lain mulai dikembangkan. Misalnya, muncul perangkat seperti AbioCor, CardioWest, dan InCor yang dirancang dengan teknologi lebih canggih.
Selain itu, model terbaru seperti Jarvik 2000 menunjukkan hasil yang lebih baik. Namun, teknologi ini tetap memiliki risiko. Pada 3 Desember 2007, pasien pertama pengguna Jarvik 2000 di Inggris meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat komplikasi kegagalan multi organ.
Singkatnya, penerima transplantasi jantung buatan pertama adalah Dr. Barney Clark, seorang dokter gigi pensiunan yang menjalani operasi bersejarah pada tahun 1982. Meskipun hanya bertahan hidup selama 112 hari, kasus ini menjadi tonggak penting perkembangan teknologi jantung buatan di dunia medis.
Komentar
Kirim Komentar