
Singapura — Menteri Energi dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, menegaskan komitmennya untuk mempercepat kerja sama ekspor listrik dengan pemerintah Indonesia. Inisiatif ini menjadi tindak lanjut dari MoU yang telah disepakati pada Juni 2025 lalu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Tan, Indonesia akan menyediakan kebutuhan listrik Singapura melalui beberapa pembangkit energi terbarukan (EBT) yang sedang dalam proses pembangunan. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi ASEAN Power Grid, sebuah inisiatif regional yang bertujuan mengintegrasikan sistem kelistrikan di kawasan Asia Tenggara.
“Kami bekerja secara erat dengan Indonesia untuk mewujudkan MoU tersebut. Dengan dukungan kuat dari kedua pihak, saya sangat optimis bahwa proyek impor listrik tahap pertama akan segera mencapai financial close dan mulai beroperasi sebelum akhir dekade ini,” ujar Tan.
Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses energi bersih di kawasan dan meningkatkan integrasi jaringan listrik ASEAN. Proyek-proyek tersebut akan memungkinkan penggunaan potensi besar tenaga surya dan air di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi Singapura yang semakin meningkat.
Tan juga menekankan bahwa inisiatif perdagangan listrik lintas batas ini sejalan dengan target ASEAN Power Grid (APG), yang bertujuan memanfaatkan lebih dari 20 terawatt potensi energi surya dan angin di Asia Tenggara, serta sumber daya hidro dan geotermal lainnya.
“Ketika musim hujan mengurangi pasokan energi surya, kita dapat mengandalkan tenaga air dan angin dari negara lain di kawasan. Demikian pula sebaliknya saat musim kemarau. Inilah bagaimana interkoneksi regional dapat menciptakan pasokan listrik rendah karbon yang andal bagi semua,” tambahnya.
Kerja sama ini tidak hanya membantu Singapura dalam mendiversifikasi sumber energinya, tetapi juga memberikan peluang investasi baru di Indonesia. Peluang tersebut meliputi infrastruktur energi terbarukan, teknologi kelistrikan lintas batas, serta penciptaan lapangan kerja hijau di daerah-daerah yang menjadi penghasil energi.
“Dengan kerja sama yang saling menguntungkan, kita bisa membangun sistem energi yang lebih kuat, lebih bersih, dan lebih tangguh — tidak hanya untuk satu negara, tetapi untuk seluruh kawasan,” kata Tan.
Komentar
Kirim Komentar