Siswa SD Temukan Ulat di Sayur MBG, Pemkab Tangani Langsung

Siswa SD Temukan Ulat di Sayur MBG, Pemkab Tangani Langsung

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Siswa SD Temukan Ulat di Sayur MBG, Pemkab Tangani Langsung. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Featured Image

Kecurigaan Agen Makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Tuban

Beberapa waktu lalu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat perhatian dari masyarakat setelah seorang siswa SDN Desa Compreng, Kecamatan Widang, menemukan ulat dalam porsi makanannya. Kejadian ini terjadi setelah video berdurasi 21 detik yang menunjukkan adanya ulat di antara tumpukan sayur sawi hijau dalam menu mie siswa tersebut beredar di media sosial.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pihak Kecamatan Widang langsung merespons situasi tersebut dengan melakukan investigasi langsung ke lokasi. Camat Widang, Suwarno, mengonfirmasi bahwa ulat yang ditemukan dalam porsi MBG tersebut sudah dalam kondisi mati karena ikut termasuk saat proses pengolahan makanan. Ia menyatakan bahwa hanya satu menu yang terkena masalah ini.

"Betul, hanya terjadi di dalam salah satu menu," ujar Suwarno pada Rabu (24/9/2025). Menurutnya, ulat tersebut hanya ditemukan oleh pihak sekolah di satu porsi MBG saja. Meski begitu, Suwarno memastikan bahwa seluruh porsi MBG diganti dengan yang baru.

"Menunya sudah diganti saat itu juga dan itu terjadi di satu menu MBG," tegas Suwarno. Ia juga mengingatkan kepada pihak penyedia makanan untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam mengolah makanan. Selain itu, pihaknya berharap penyedia makanan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh atas penerapan standar operasional prosedur (SOP).

"Kadang ada kelalaian, tapi sejak awal sudah kita ingatkan untuk berhati-hati," pungkas Suwarno.

Sejak diluncurkan pada awal tahun ini, program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) senantiasa menjadi sorotan dari banyak pihak. Berbagai temuan dalam porsi makanan yang diterima siswa-siswi seperti kandungan gizi rendah, hewan, menu makanan yang busuk atau basi, hingga kasus keracunan yang terjadi beberapa waktu terakhir di sejumlah daerah.

Istana pun menyatakan akan melakukan perbaikan dalam pelaksanaan program tersebut. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan perbuatan yang disengaja, apalagi diharapkan.

"Telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah yang tentu saja itu bukan sesuatu yang kita harapkan dan bukan sesuatu kesengajaan," kata Prasetyo di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) hingga pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini. Sebagai tindakan awal, pihaknya bakal memastikan terlebih dahulu seluruh pelajar yang terdampak untuk dapat ditangani sesegera mungkin dan sebaik mungkin.

"Yang kedua tentu harus dilakukan upaya evaluasi termasuk mitigasi perbaikan supaya masalah-masalah seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya. Prasetyo juga menyatakan bahwa dirinya mewakili pemerintah dan BGN meminta maaf atas kejadian keracunan massal tersebut.

"Kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali [kasus keracunan]," ucap Prasetyo.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar