Sopir Truk Sampah DKI Hadapi Tantangan Berat dan Risiko Kesehatan

Sopir Truk Sampah DKI Hadapi Tantangan Berat dan Risiko Kesehatan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Sopir Truk Sampah DKI Hadapi Tantangan Berat dan Risiko Kesehatan, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tantangan yang Dihadapi Sopir Truk Sampah di DKI Jakarta

Sopir truk sampah di DKI Jakarta menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani pekerjaannya. Mereka sering mengalami kelelahan berlebihan dan terpapar risiko penyakit dengan komorbid. Untuk itu, sebanyak 1.300 sopir truk sampah diberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur.

Layanan CKG ini dilaksanakan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan pemeriksaan ini berlangsung secara bertahap dan direncanakan selesai dalam waktu 10 hingga 13 hari ke depan.

Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan sangat komprehensif. Mulai dari pengukuran dasar seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah, hingga pengecekan gula darah sewaktu. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan gigi sederhana, pemeriksaan fungsi mata dan telinga, serta skrining Tuberkulosis (TBC) melalui pengambilan sampel dahak.

Dia menambahkan, pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara bergiliran dengan target sekitar 100 sopir setiap hari. "Kami mengerahkan dua tim yang terdiri dari 10 tenaga kesehatan untuk memberikan layanan ini," ujarnya pada Senin (22/12).

Langkah Lanjutan dari Arahan Gubernur DKI Jakarta

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh sopir truk sampah. Langkah ini diambil setelah terjadi kasus dua sopir truk yang meninggal dunia saat bertugas di TPST Bantar Gebang.

Tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan ini adalah untuk menjaga stamina para sopir dan mendeteksi dini penyakit, terutama penyakit komorbid, sehingga tidak terjadi kelelahan berlebihan saat bekerja. Selain pemeriksaan, sopir yang berpartisipasi juga mendapatkan vitamin, obat sesuai dengan keluhan yang diajukan, serta makanan ringan dan minuman.

"Jika hasil skrining menunjukkan perlunya penanganan lanjutan, kami siap melakukan rujukan ke rumah sakit. Namun, sejauh ini belum ditemukan sopir dengan kondisi sakit berat," jelasnya.

Tanggapan Sopir Truk Sampah

Walimukti, 36 tahun, salah seorang sopir truk sampah dari Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mengaku sangat senang dengan adanya skrining kesehatan tersebut. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya ia menjalani pemeriksaan kesehatan di TPST Bantar Gebang. "Alhamdulillah hasilnya baik, tidak ada penyakit. Tadi darah dan dahak juga diambil untuk dicek," ungkapnya.

Walimukti berharap bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dapat terus dilakukan agar kondisi kesehatan para sopir selalu terpantau. "Kalau tidak sakit biasanya jarang periksa. Melalui kegiatan seperti ini jadi lebih peduli kesehatan," tambahnya.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar