Manfaat dan Risiko Minum Teh Saat Makan
Teh adalah salah satu minuman paling populer di dunia dengan berbagai variasi yang bervariasi tergantung cara pengolahannya dan penyajiannya. Meskipun memiliki rasa yang lezat, ada beberapa situasi tertentu di mana minum teh saat makan tidak disarankan. Terutama jika diminum dalam jumlah banyak selama proses makan, hal ini bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebaiknya tidak minum teh saat makan:
- Menghambat Penyerapan Zat Besi
Teh mengandung tannin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari sumber nabati seperti sayuran dan kacang-kacangan. Hal ini menyulitkan tubuh untuk menyerap zat besi secara efisien.
Masalah ini lebih sering terjadi pada: - Orang yang menderita anemia
- Anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan
-
Ibu hamil atau sedang menyusui
-
Mengganggu Pencernaan
Kandungan kafein dalam teh dapat meningkatkan produksi asam lambung secara berlebihan, yang bisa memicu gangguan pencernaan. Ini terutama berbahaya bagi orang dengan lambung yang sensitif. -
Mengencerkan Enzim Pencernaan
Jika kamu minum teh atau minuman lain dalam jumlah besar saat makan, cairan tersebut bisa mengencerkan enzim dan cairan lambung, sehingga memperlambat proses pencernaan makanan. -
Mengganggu Rasa Makanan
Teh, terutama yang memiliki rasa pahit atau aroma kuat, bisa mengurangi kepekaan lidah terhadap cita rasa makanan yang sedang dikunyah. Hal ini bisa mengurangi pengalaman makan secara keseluruhan.
Kapan Boleh Minum Teh?

Waktu yang paling baik untuk minum teh adalah 30–60 menit setelah makan. Pada waktu ini, sistem pencernaan sudah mulai bekerja dan minum teh tidak akan mengganggu proses penyerapan nutrisi.
Jika kamu tetap ingin menikmati teh dekat waktu makan, pilihlah jenis teh yang rendah kafein, seperti teh herbal. Selain itu, jika kamu tidak memiliki masalah anemia, tidak terlalu banyak mengonsumsi teh, dan tidak sedang makan makanan tinggi zat besi, minum teh saat makan sesekali boleh saja, terutama dalam jumlah kecil.
Namun, untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, sebaiknya hindari minum teh secara berlebihan saat makan. Dengan memperhatikan waktu dan jenis teh yang dikonsumsi, kamu bisa tetap menikmati manfaat dari minuman ini tanpa risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Komentar
Kirim Komentar