Telinga Berdenging Saat Pesawat? Cek Risiko Ear Barotrauma!

Telinga Berdenging Saat Pesawat? Cek Risiko Ear Barotrauma!

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Telinga Berdenging Saat Pesawat? Cek Risiko Ear Barotrauma!, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


aiotrade
- Pesawat terbang menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam melakukan perjalanan jarak jauh, baik untuk liburan maupun mudik. Hal ini karena pesawat terbang dianggap lebih aman dan cepat dibandingkan transportasi darat. Namun, perjalanan udara juga memiliki tantangan tersendiri yang sering kali tidak disadari oleh penumpang. Selain biaya yang relatif mahal, tubuh manusia yang biasa berada di permukaan bumi seringkali merasa tidak nyaman saat berada di ketinggian. Salah satu masalah umum yang sering dialami adalah gangguan pada telinga akibat perubahan tekanan udara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Apa Itu Ear Barotrauma?

Ear barotrauma atau aerotitis adalah kondisi medis yang terjadi ketika telinga tengah mengalami dampak dari perubahan tekanan udara atau air secara signifikan. Kondisi ini sering dialami saat seseorang naik ke ketinggian seperti menggunakan lift di gedung tinggi, menyelam, atau dalam penerbangan. Saat pesawat lepas landas atau mendarat, terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara di lingkungan dengan tekanan di dalam telinga. Akibatnya, gendang telinga (membran timpani) tidak dapat bergetar secara normal. Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu.

Gejala yang Muncul

Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita ear barotrauma meliputi:
Rasa tidak nyaman di telinga
Telinga terasa tersumbat
* Pendengaran terganggu hingga hilang

Dalam kasus yang lebih parah, gejala yang muncul bisa meliputi:
Rasa nyeri tinggi
Terasa tekanan di telinga
Hilangnya pendengaran
Telinga mendenging
Vertigo
Pendarahan di telinga

Jika gejala tersebut bertahan selama beberapa hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

Faktor Risiko Terkena Ear Barotrauma

Selain dipicu oleh perubahan ketinggian, risiko ear barotrauma meningkat jika seseorang sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini memicu peradangan pada saluran eustachius—saluran penghubung antara telinga tengah dan tenggorokan—sehingga telinga sulit menyeimbangkan tekanan.

Bayi dan anak-anak kecil juga cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini karena saluran eustachius mereka masih kecil. Orang-orang dengan bentuk tubuh yang abnormal, seperti polip hidung atau septum hidung bengkok, juga lebih rentan terhadap aerotitis. Selain itu, mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran juga lebih rentan mengalami kondisi ini.

Cara Menghindari atau Mengobati Aerotitis

Untuk mencegah atau mengobati aerotitis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
Saat hendak terbang atau mendarat, pastikan Anda masih terjaga.
Lakukan gerakan menelan, mengunyah, atau menguap, terutama saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat.
Hindari terbang saat sedang mengalami infeksi pada pernapasan atau pendengaran.
Minum obat alergi sekitar satu jam sebelum pesawat lepas landas.
Lakukan gerakan Valsalva: cubit hidung agar menutup, lalu tiup melalui hidung perlahan-lahan. Pastikan mulut tertutup. Ulangi beberapa kali, terutama saat mendarat.
Gunakan semprotan hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.

Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas, risiko terkena aerotitis dapat diminimalkan, sehingga perjalanan udara menjadi lebih nyaman dan aman.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar