
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penemuan Baru Mengenai Kehidupan di Bulan Enceladus
Wahana antariksa Cassini milik NASA kembali mengungkap temuan penting dari hasil penjelajahannya di sistem Saturnus. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy menemukan fragmen organik kompleks dalam butiran es segar yang terlontar dari bulan Saturnus, Enceladus, memunculkan kembali harapan akan kemungkinan adanya kehidupan di lautan bawah permukaannya.
Butiran es tersebut berasal dari retakan di dekat kutub selatan Enceladus dan menabrak Cassini dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per detik saat melintas pada Oktober 2008. Benturan cepat itu memungkinkan ilmuwan melihat lebih jelas komposisi kimia bawah permukaan bulan tersebut dibandingkan pertemuan Cassini sebelumnya.
Menurut hasil analisis, butiran es segar yang baru terlontar hanya beberapa menit sebelum tertangkap wahana mengandung senyawa kimia yang masih utuh, berbeda dengan butiran tua di cincin E Saturnus yang telah rusak akibat radiasi ruang angkasa. Cassini menggunakan spektrometer massa untuk mengukur ion dari butiran yang hancur akibat benturan, dan kecepatan tinggi membuat sinyal senyawa organik terlihat lebih jelas.
Peneliti utama, Nozair Khawaja, dari Freie Universität Berlin dan Universitas Stuttgart, memimpin investigasi serta interpretasi data tersebut. “Kami yakin bahwa molekul-molekul ini berasal dari lautan bawah permukaan Enceladus, yang meningkatkan potensi kelayakhunian bulan ini,” kata Khawaja, dikutip dari laporan Earth, 8 Oktober 2025.
Tim menemukan fragmen yang menunjukkan adanya aromatik, ester, eter, dan alkena, serta kemungkinan senyawa yang mengandung nitrogen dan oksigen. Senyawa ini merupakan blok pembangun kimia kehidupan, meski temuan tersebut belum membuktikan adanya kehidupan biologis.
Reaksi Kimia Abiotik di Enceladus
Studi menyimpulkan bahwa reaksi kimia abiotik aktif dan beragam tengah berlangsung di Enceladus, jenis kimia yang di bawah kondisi tepat dapat mendukung munculnya kehidupan.
Bukti keberadaan partikel silika mikroskopis dan hidrogen molekuler yang pernah ditemukan Cassini sebelumnya juga menunjukkan adanya interaksi antara air cair dan batuan panas di bawah permukaan, seperti sistem hidrotermal di Bumi yang menjadi sumber energi bagi mikroba.
Selain itu, ilmuwan menemukan fosfat natrium dalam butiran es Enceladus, dengan konsentrasi yang diperkirakan jauh melebihi kadar umum di lautan Bumi. Dengan ditemukannya unsur tersebut, Enceladus kini diketahui mengandung sebagian besar enam unsur penting kehidupan (CHNOPS)—karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, dan sulfur—serta garam dan senyawa organik lain yang berpotensi menjadi prekursor biologis.
Potensi Kelayakhunian Enceladus
Temuan ini menjadikan Enceladus salah satu target utama dalam pencarian kehidupan di luar Bumi, mengingat lautan bawah permukaannya terhubung langsung dengan batuan dan masih menunjukkan aktivitas kimia yang dinamis.
Peneliti menilai, bahkan jika tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan, penelitian lanjutan tetap penting. Jika lautan yang memiliki air, energi, dan senyawa organik kompleks ternyata tidak mendukung kehidupan, hal itu akan menantang pemahaman ilmiah tentang seberapa sering kehidupan bisa muncul di alam semesta.
Komentar
Kirim Komentar