
Pentingnya Penanganan Alergi Makanan pada Anak
Alergi makanan dapat memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak, terutama jika tidak segera ditangani dengan tepat. Anak dengan alergi berat sering kali mengalami hambatan dalam stimulasi dan pertumbuhan karena kebutuhan medis mereka yang terus-menerus memerlukan perawatan. Hal ini bisa menyebabkan keterlambatan dalam mencapai target usia, penurunan prestasi akademik, serta pengaruh jangka panjang terhadap kualitas hidup.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Orang tua perlu tetap tenang ketika melihat tanda-tanda alergi seperti ruam, gatal, eksim, atau kulit bersisik. Selain itu, gejala seperti muntah atau diare setelah konsumsi makanan tertentu juga bisa menjadi indikasi adanya reaksi alergi. Salah satu penyebab umumnya adalah produk susu. Jika ditemukan gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang tepat.
Kecemasan orang tua terhadap alergi bisa memperparah kondisi anak. Misalnya, ketakutan akan reaksi alergi membuat orang tua terlalu membatasi jenis makanan yang diberikan kepada anak. Padahal, anak membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap, termasuk protein, untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Jika asupan makanan terbatas, anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Dampak Psikologis Orang Tua terhadap Anak
Menurut dr. Tiara Nien Paramita, dokter spesialis anak dari Universitas Indonesia, kecemasan orang tua sering kali berdampak pada pola makan anak. Orang tua cenderung menghindari makanan tertentu karena takut akan reaksi alergi. Hal ini bisa menyebabkan anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan fisik dan mental.
“Anak dengan alergi makanan sering kali dipantang oleh orang tua, dan hal ini bisa memengaruhi psikologis keluarga. Orang tua menjadi takut memberikan makanan tertentu, padahal anak membutuhkan variasi makanan untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Tiara.
Jika tidak segera ditangani, alergi makanan bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Contohnya, alergi terhadap susu sapi yang tidak ditangani bisa menyebabkan BAB berulang atau diare, yang berdampak pada penyerapan nutrisi yang buruk. Akibatnya, anak bisa mengalami malnutrisi.
Risiko Stunting dan Kesehatan Jangka Panjang
Salah satu konsekuensi dari malnutrisi akibat alergi makanan adalah stunting. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usianya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan awal.
“Ini sudah sangat parah, tubuhnya jadi pendek karena malnutrisi. Faktor kecemasan keluarga juga berpengaruh,” tambah Tiara.
Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan dokter dalam menangani alergi makanan pada anak. Dengan penanganan yang tepat, anak dapat tetap tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa mengalami hambatan yang berkepanjangan.
Komentar
Kirim Komentar