
Gerakan Tulus Hati: Edukasi Pijat Bayi dengan Bahan Alami
Pijat bayi merupakan salah satu cara yang digunakan oleh orang tua untuk merawat dan memperkuat hubungan antara ibu dan anak. Meski sebagian besar orang tua mempercayakan pemijatan ini kepada spa bayi atau dukun pijat, nyatanya, melakukan sendiri dapat memberikan manfaat lebih besar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Untuk itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predigti), dan PZ Cusson Indonesia, menghadirkan gerakan Tulus Hati. Gerakan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pijat bayi menggunakan bahan alami, seperti minyak telon.
Kick Off Gerakan Tulus Hati diadakan di Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, pada Kamis (9/10/2025). Fokus utama dari program ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya ibu, bidan, serta kader PKK dan Posyandu di Jateng, tentang teknik pemijatan yang aman dan efektif.
Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menekankan bahwa pijat bayi tidak hanya membantu kesehatan fisik, tetapi juga berdampak positif terhadap perkembangan motorik dan kognitif bayi. Selain itu, sentuhan lembut dari orang tua bisa memperkuat ikatan emosional dan komunikasi antara ibu dan anak.
Menurut Nawal, sentuhan pada tubuh bayi dapat merangsang produksi hormon endorfin yang berperan dalam pertumbuhan otak dan organ lainnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan bahan alami, seperti minyak telon, sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi dari paparan bahan kimia berbahaya.
"Pijat bayi yang dilakukan dengan menggunakan bahan alami, menjaga kesehatan bayi dari risiko paparan bahan kimia yang mungkin membahayakan bagi kesehatan dan kecerdasan bayi," ujarnya melalui video conference pada acara "Kick Off Tulus Hati".
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024, jumlah bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,62 juta jiwa. Dari angka tersebut, 35 persen ibu memilih memijatkan bayinya ke klinik baby spa, 30,4 persen ke dukun pijat, dan sisanya melakukan pemijatan sendiri.
Nawal menyebutkan bahwa ada dua tantangan utama dalam hal pemijatan bayi. Pertama, minimnya pengetahuan dan keahlian tentang teknik pemijatan yang aman. Kedua, penggunaan minyak atau obat-obatan yang berisiko terhadap kesehatan, fisik, psikologis, dan otak bayi.
"Sehingga teknik pemijatan yang tidak aman atau salah bagi bayi, ditambah dengan penggunaan minyak yang membahayakan, tentu dapat mengancam kualitas SDM Indonesia di masa mendatang," ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar program Tulus Hati dapat menjadi bekal pengetahuan bagi para kader PKK dan Posyandu, tentang cara atau teknik pijat bayi yang benar, aman, dan mendukung tumbuh kembang si buah hati.
Nawal juga mendorong kader PKK dan Posyandu bisa menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program tersebut. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.984.308 kader PKK aktif, dan 49.149 lembaga Posyandu di Jateng.
"Saya percaya jika program ini dijalankan dengan penuh komitmen dan ketulusan. Maka manfatnya akan sangat luas, bukan hanya bagi bayi dan keluarga, tapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan," ucap Bunda Forum Anak Nasional Jateng tersebut.
Teknologi dan Edukasi dalam Program Tulus Hati
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang sekaligus Ketua Umum Predigti, Agus Ujianto, menyatakan dukungannya terhadap gerakan Tulus Hati. Pihaknya siap menerjunkan dokter-dokter profesional sebagai tutor pelatihan. Bahkan, pihaknya siap mengampanyekan program ini kepada masyarakat luas.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, edukasi teknik pijat bayi bisa dilakukan secara hibrid, atau secara luring dan daring. "Dengan sinergi ini, kami siap membantu ibu-ibu PKK dan Posyandu nanti dalam program hibrid kami, untuk membuat kick off program Tulus Hati ini mendunia," ungkap Agus.
Menurutnya, elusan merupakan bentuk kasih sayang di mana ada gelombang elektromagnetik yang membuat bayi merasa nyaman. Apalagi, dengan wangi-wangian yang ada pada produk bayi, yang dapat memicu perkembangan stemcell bayi. Ada gelombang alfa untuk kenyamanan, gelombang gamma dan betanya juga bagus.
“Jadi, pijatan ini bagian dari terapi wellness, bagian fisioterapi bayi. Apalagi, dengan sentuhan kasih sayang, maka diharapkan ada hubungan baik bayi terhadap tumbuh kembangnya. Lebih bagus lagi dipijat orang tua, sehingga orang tua harus dilatih, terutama para ibu gen Z, harus dilatih dulu baru melakukan,” bebernya.
Marketing Director PZ Cussons Indonesia, Eva Rudjito menambahkan, program Tulus Hati ialah wujud komitmen pihaknya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, khususnya dalam bidang perawatan dan tumbuh kembang bayi secara sehat dan alami.
Melalui program ini, PZ Cussons Indonesia dengan produk andalan Cusson Baby, ingin meningkatkan kembali kekayaan alam Indonesia, yakni bahan alami minyak telon yang sudah turun-temurun digunakan masyarakat untuk menjaga kesehatan bayi.
"Kami berharap, gerakan Tulus Hati ini menjadi langkah yang bermakna. Gerakan dari hati, oleh hati, dan untuk buah hati, demi membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bahagia," ujar Eva.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jateng, Iwanuddin Iskandar, mengapresiasi program inisiatif Tulus Hati. Menurutnya, ini merupakan bagian dari pelayanan publik dalam bidang kesehatan yang juga menjadi prioritas Pemprov Jateng.
Dia menegaskan, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, dan berbagai persoalan lainnya.
"Dengan jumlah penduduk yang hampir 37 juta jiwa, kita tidak bisa sendirian. Apabila tidak ada dukungan dari PKK, Posyandu, dukungan dari manapun, semuanya tidak akan bisa maksimal jalannya," tandas Iwanuddin.
Komentar
Kirim Komentar