Peran AS dalam Menjaga Gencatan Senjata di Jalur Gaza
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan memberikan jaminan pribadi melalui para mediator bahwa Israel tidak akan melanggar gencatan senjata di Jalur Gaza. Informasi ini disampaikan oleh portal berita Axios pada Jumat (11/10/2025), dengan mengutip beberapa pejabat pemerintah AS. Dalam laporan tersebut, utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu sekaligus pengusaha Presiden Donald Trump, Jared Kushner, menyampaikan janji tersebut kepada gerakan Hamas melalui mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Mereka juga menambahkan bahwa jaminan tersebut, yang mencakup pasukan AS yang memantau gencatan senjata, merupakan bagian penting dari kesepakatan yang disetujui oleh gerakan Hamas. Salah satu pejabat AS mengungkapkan bahwa ada banyak ketidakpercayaan antara kedua pihak, dan presiden ingin menegaskan bahwa kesepakatan ini sangat penting baginya. Ia juga menekankan bahwa Trump ingin mengakhiri pembantaian dan memastikan semua pihak memahami bahwa ia akan menegakkan perilaku baik.
Sebelumnya pada hari itu, Witkoff mengatakan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah menyelesaikan tahap pertama penarikan mereka. Dia menambahkan bahwa dengan ini, periode 72 jam untuk pembebasan para sandera dimulai.
Rencana 20 Poin Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza
Pada 29 September, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik Gaza. Usulan tersebut antara lain menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan para sandera dalam waktu 27 jam. Rencana tersebut juga menetapkan bahwa gerakan Hamas dan faksi-faksi lainnya harus melepaskan keterlibatan mereka dalam pemerintahan Gaza, yang akan dipercayakan kepada "komite Palestina yang teknokratis dan apolitis" yang diawasi oleh dewan internasional yang dipimpin oleh Trump.
Pada Rabu, Trump mengatakan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama perjanjian damai Gaza, yang menyepakati bahwa gerakan Palestina akan membebaskan semua sandera dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati.

Langkah-Langkah Penting dalam Kesepakatan Damai Gaza
Beberapa langkah penting yang tercantum dalam rencana Trump adalah:
- Penarikan pasukan Israel ke garis yang disepakati sebagai bagian dari gencatan senjata.
- Pembebasan semua sandera dalam waktu 27 jam.
- Pembentukan komite Palestina yang teknokratis dan apolitis untuk mengelola pemerintahan Gaza.
- Pengawasan oleh dewan internasional yang dipimpin oleh Trump.
- Keberadaan pasukan AS yang memantau pelaksanaan gencatan senjata.
Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih stabil di wilayah tersebut. Namun, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, termasuk ketidakpercayaan antara pihak-pihak yang terlibat dan kompleksitas politik di kawasan tersebut.
Dengan adanya jaminan dari Presiden Trump dan partisipasi aktif dari AS, diharapkan proses perdamaian dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Tantangan utama tetap berada pada kemampuan pihak-pihak terkait untuk menjaga komitmen mereka terhadap kesepakatan yang telah ditetapkan.
Komentar
Kirim Komentar