Tujuh dari Delapan Siswa Keracunan di Cigugur Sudah Pulang

Tujuh dari Delapan Siswa Keracunan di Cigugur Sudah Pulang

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Tujuh dari Delapan Siswa Keracunan di Cigugur Sudah Pulang, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Tujuh dari Delapan Siswa Keracunan di Cigugur Sudah Pulang

Kondisi Siswa yang Keracunan di MIS Attarbiyah Mulai Membaik

Delapan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Attarbiyah Leuwiliang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, kini kondisinya mulai membaik.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Nama-nama siswa yang terkena dampak kejadian ini antara lain Salsa (10 tahun), Putri (11 tahun), Pika (11 tahun), Yola (8 tahun), M. Riska (9 tahun), Hamed (11 tahun), Ika (8 tahun), dan Aleksa (11 tahun). Mereka berasal dari kelas yang berbeda dan mengalami gejala serupa setelah makan MBG pada Rabu (1/10/2025) pagi.

Menurut informasi yang diperoleh, para siswa mengalami gejala keracunan sekitar tiga menit setelah menyantap makanan tersebut. Saat ini, tujuh dari delapan siswa telah pulang ke rumah masing-masing setelah kondisinya membaik. Empat siswa dipulangkan dalam waktu singkat setelah kejadian, sedangkan tiga siswa lainnya pulang sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Puskesmas Cigugur, Suharna, S.K.M, menjelaskan bahwa empat anak yang dirawat di Puskesmas kini sudah diperbolehkan pulang. Dari tiga siswa yang dipulangkan, kondisi kesehatannya sudah stabil. Namun, satu siswa bernama Aleksa masih dalam observasi karena masih mengalami pusing dan sesak napas.

“Sekarang, Aleksa sudah bisa duduk, tetapi kita masih menunggu agar kondisinya benar-benar stabil. Jika ia pulang terlalu cepat, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Suharna melalui pesan WhatsApp.

Pihak Puskesmas juga akan terus memantau kesehatan para siswa yang sudah pulang ke rumah. Suharna mengatakan, mereka telah berkoordinasi dengan orang tua dan guru untuk memastikan jika ada gejala lanjutan, segera menghubungi pihak Puskesmas atau bidan desa terdekat.

Gejala Keracunan dan Menu yang Dikonsumsi

Kejadian ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang disajikan sekitar pukul 08.30 WIB. Menu yang tersedia antara lain capcay, ayam kecap, tahu, jeruk, dan nasi. Sejumlah siswa mulai merasakan gejala keracunan setelah mengonsumsinya.

Beberapa gejala yang dialami oleh siswa termasuk mual, muntah, sakit perut, dan demam. Meski begitu, saat ini semua siswa sudah dalam kondisi yang lebih baik dan tidak lagi memerlukan perawatan intensif.

Tindakan Pencegahan dan Pengawasan

Pihak sekolah dan Puskesmas Cigugur telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua makanan yang disajikan dalam program MBG memenuhi standar higienitas dan keselamatan pangan.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran penyakit secara umum.

Dengan kondisi siswa yang mulai membaik, situasi di MIS Attarbiyah kini relatif tenang. Namun, pihak sekolah dan Puskesmas tetap waspada dan siap tanggap jika ada kejadian yang tidak terduga.


Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar