
Kritik terhadap Usulan Kostum Power Rangers pada Sopir Mobil Pengantar Menu Makan Bergizi Gratis
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, memberikan kritik terhadap usulan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengusulkan agar sopir mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mengenakan kostum Power Rangers. Ia menilai langkah tersebut tidak relevan dengan upaya meningkatkan minat siswa dalam mengonsumsi makanan bergizi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Memang ada kaitannya? Mungkin anak-anak akan terkejut atau senang melihat Power Rangers, tetapi itu tidak serta-merta membuat mereka mau makan jika menunya tidak berselera,” ujar Irma.
Menurutnya, masalah utama bukanlah kemasan atau atraksi, melainkan kebiasaan dan edukasi pola makan anak sejak dini. Ia menekankan pentingnya membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat, terutama sayur-mayur.
“Kalau di rumah tidak diajarkan makan sayur, mau didatangkan Power Rangers sekalipun, tetap saja mereka tidak akan makan sayur. Selera itu sulit diubah jika tidak ditanamkan oleh orang tua,” tambahnya.
Irma menyarankan agar BGN lebih fokus mencari solusi menu yang menarik, lezat, namun tetap bergizi, sehingga anak-anak terdorong untuk mengonsumsi makanan sehat secara alami.
“Saya lebih mengusulkan sayuran diolah menjadi menu yang menarik, dengan rasa yang membuat anak-anak tertarik untuk mengonsumsinya,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengusulkan agar sopir mobil pengantar menu MBG mengenakan kostum Power Rangers untuk meningkatkan antusiasme siswa. Ia berharap pendekatan tersebut dapat mendorong anak-anak agar mau menghabiskan makanan, khususnya sayuran.
“Kami berikan pengemudi kostum Power Rangers supaya antusiasme mereka lebih tinggi. Anak-anak diberi motivasi, kalau mau makan sayur, besok Power Rangers datang lagi,” ujar Nanik.
Pendekatan yang Lebih Efektif untuk Meningkatkan Konsumsi Makanan Bergizi
Menghadapi tantangan dalam meningkatkan konsumsi makanan bergizi oleh anak-anak, diperlukan pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Peningkatan Edukasi Pola Makan
- Orang tua dan guru perlu diberikan pelatihan tentang pentingnya pola makan sehat.
-
Program edukasi di sekolah dan lingkungan rumah bisa dilakukan untuk membangun kesadaran anak-anak.
-
Pengembangan Menu yang Menarik dan Lezat
- BGN dan pihak terkait dapat bekerja sama dengan koki dan ahli gizi untuk menciptakan menu yang menarik.
-
Penyajian makanan yang menarik dan bervariasi dapat meningkatkan minat anak-anak untuk mencoba makanan bergizi.
-
Penguatan Peran Orang Tua
- Orang tua perlu memperkuat kebiasaan makan sehat di rumah.
-
Dengan dukungan dari keluarga, anak-anak lebih mudah terbiasa dengan makanan bergizi.
-
Kolaborasi dengan Komunitas dan LSM
- BGN dapat bekerja sama dengan komunitas lokal dan organisasi non-pemerintah untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya makanan bergizi.
- Kegiatan sosial dan kampanye kesehatan bisa dilakukan untuk memperluas jangkauan edukasi.
Pentingnya Konsistensi dan Kesabaran
Membentuk kebiasaan makan sehat pada anak-anak membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Meskipun inisiatif seperti penggunaan kostum Power Rangers mungkin menarik perhatian anak-anak, hal tersebut tidak cukup untuk mengubah perilaku jangka panjang.
Dalam konteks ini, pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan adalah kunci keberhasilan. Dengan fokus pada edukasi, pengembangan menu, dan partisipasi aktif dari orang tua serta komunitas, anak-anak dapat dibimbing untuk mengonsumsi makanan bergizi secara alami dan berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar