
Pelaksanaan MQK VIII di Kabupaten Tanahlaut
Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) VIII tingkat Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali dihelat. Kali ini, acara yang menjadi ajang kompetisi bagi para santri tersebut diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Asy Syuhada, Pelaihari. Pondok pesantren yang dipimpin oleh KH Ahmad Syarifuddin Noor ini menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan MQK VIII.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Tala HM Zazuli pada Jumat kemarin. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MQK. Pemkab Tala memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan religius ini, yang diharapkan mampu menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan Islam.
Apresiasi dan Terima Kasih dari Wakil Bupati
Wakil Bupati Tala, yang akrab disapa H Uli, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada panitia, pimpinan, serta keluarga besar Pondok Pesantren Asy Syuhada. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para juri dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan MQK ke-8 ini. Menurutnya, terselenggaranya MQK merupakan bentuk syukur atas komitmen masyarakat, khususnya kalangan pesantren, dalam menjaga tradisi keilmuan Islam.
MQK tahun ini memasuki tahun kedelapan. Artinya, acara ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga warisan keilmuan Islam. Dalam sambutannya, H Uli menekankan bahwa MQK bukan hanya sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, MQK menjadi wadah strategis bagi para santri untuk mengasah kemampuan membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab turats klasik.
Peran MQK dalam Pengembangan Keilmuan
Melalui MQK, diharapkan tradisi keilmuan pesantren dapat terus berkembang seiring dengan dinamika zaman. Para peserta diminta untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman. Kompetisi yang sehat, menurut H Uli, akan melahirkan prestasi gemilang serta meningkatkan kualitas keilmuan di lingkungan pondok pesantren.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya semangat menuntut ilmu sebagai bagian dari perjalanan spiritual seorang santri. Ia menegaskan bahwa tidak boleh takut mencoba dan jangan menyerah dalam mengejar ilmu. Pasalnya, siapa pun yang menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalan menuju surga.
Agenda Tahunan yang Berharga
MQK VIII ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (12/10/2025) besok. Acara ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para peserta maupun masyarakat luas. Dengan adanya MQK, diharapkan semangat belajar dan pengembangan diri terus tumbuh di kalangan santri.
Dalam rangkaian acara, para peserta akan mengikuti berbagai lomba yang menantang dan mengasah kemampuan mereka. Mulai dari pembacaan kitab suci hingga analisis teks-teks klasik. Hal ini akan membantu para santri untuk lebih memahami nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam kitab-kitab tersebut.
Selain itu, MQK juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bertemu dengan sesama santri dari berbagai daerah. Mereka bisa saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan memperluas jaringan pertemanan. Dengan begitu, MQK tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah sosial yang bermanfaat.
Acara ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa persaudaraan dan kerja sama antar peserta. Melalui MQK, diharapkan muncul generasi santri yang tangguh, berwawasan luas, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Dengan demikian, MQK VIII akan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan keilmuan para santri di Kabupaten Tanahlaut.
Komentar
Kirim Komentar