Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Kembangkan Industri Musik Tingkatkan PAD dan Ekonomi Lokal

Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Kembangkan Industri Musik Tingkatkan PAD dan Ekonomi Lokal

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Kembangkan Industri Musik Tingkatkan PAD dan Ekonomi Lokal yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Kembangkan Industri Musik Tingkatkan PAD dan Ekonomi Lokal

Membangun Ekonomi Lokal Melalui Industri Musik

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan pesan penting kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Ia mengajak para pemda untuk mulai melihat industri musik sebagai sektor strategis yang dapat menjadi sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pernyataan ini disampaikan Bima saat menjadi pembicara dalam Konferensi Musik Indonesia yang digelar di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025. Forum tersebut dihadiri oleh pelaku industri kreatif dan pejabat pemerintah. Dalam paparannya, Bima menekankan bahwa musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

Dalam presentasinya, Bima mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menunjukkan bahwa 52 persen masyarakat Indonesia menyukai musik, disusul film (50 persen) dan tarian (26 persen).

“Orang Indonesia itu suka musik, suka film, dan suka menari. Makanya kalau dengar musik sedikit saja, pasti langsung ikut joget,” ujar Bima yang disambut tawa peserta konferensi.

Bima menilai, tingginya minat masyarakat terhadap musik menjadi peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis pada seni pertunjukan dan budaya lokal. Ia menyoroti bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Menurutnya, kondisi ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk mendorong kreativitas anak muda, termasuk dalam bidang musik.

“Bicara Gen Z dan Gen X itu bukan hanya soal politik. Kita harus bicara tentang bagaimana kita bisa memberdayakan mereka, memberikan ruang, dan memanggungkan potensi mereka agar bisa berkreasi,” ujarnya.

Bima menegaskan bahwa generasi muda memiliki energi dan ide besar, namun mereka membutuhkan dukungan kebijakan dan ruang ekspresi dari pemerintah daerah agar dapat tumbuh menjadi pelaku ekonomi kreatif yang berdaya saing. Menurutnya, industri musik tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Selain menciptakan lapangan kerja baru, sektor ini juga mampu menghidupkan UMKM, menarik investasi, dan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, terutama melalui konser, festival, dan event musik lokal.

“Dunia industri kreatif, termasuk musik, punya prospek strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa berbagai hambatan birokrasi dan ketidakpastian regulasi masih menjadi tantangan yang harus dibenahi. Mulai dari perizinan yang rumit, biaya tinggi, hingga jaminan keamanan acara yang belum optimal. Sebagai contoh, Bima membandingkan tantangan penyelenggara konser musik dengan event olahraga lari yang juga sering terkendala birokrasi perizinan di daerah.

“Kadang untuk dapat izin atau tiketnya ribet, biayanya juga tidak pasti. Ini mirip dengan yang dirasakan penyelenggara ajang lari di daerah. Jadi saya paham betul betapa kompleksnya birokrasi kita,” kata Bima yang juga dikenal sebagai pegiat olahraga lari.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Bima memastikan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap menjadi jembatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, agar kebijakan pengembangan industri kreatif dapat diterapkan secara efektif di daerah.

“Kami di Kemendagri akan menjembatani agar semangat ini bisa sampai ke level pelaksana di daerah. Bersama Kementerian Kebudayaan dan para pemangku kepentingan, kita ingin industri musik tumbuh sehat dan berdaya saing,” tandasnya.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar