Warga Inggris Minta Pembebasan Tahanan Palestina di Penjara Israel

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Warga Inggris Minta Pembebasan Tahanan Palestina di Penjara Israel, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Warga Inggris Minta Pembebasan Tahanan Palestina di Penjara Israel

Aksi Damai di London untuk Memperhatikan Kondisi Tahanan Palestina

Puluhan orang berkumpul di pusat kota London pada hari Sabtu (20/12/2025) untuk menyerukan pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel. Aksi ini dilakukan secara hening, dengan peserta membawa poster dan mengenakan pita merah yang melambangkan bahaya serta urgensi. Tujuannya adalah menarik perhatian dunia terhadap kondisi para tahanan tersebut.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Adnan Hmidan, ketua Forum Palestina di Inggris sekaligus penyelenggara acara, menjelaskan bahwa aksi ini bukanlah demonstrasi atau protes, tetapi bentuk solidaritas yang damai. Ia menyatakan bahwa ada banyak cara untuk melakukan lobi dan kampanye, dan ia menghormati berbagai bentuk protes. Namun, yang ingin mereka soroti di sini adalah isu-isu kemanusiaan. Mereka (para tahanan Palestina) adalah manusia, memiliki kisah masing-masing dan keluarga mereka sendiri.

Hussam Abu Safia Jadi Simbol Tahanan Palestina yang Ditahan Secara Tidak Adil

Perhatian khusus tertuju pada Hussam Abu Safia, mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, yang ditahan oleh militer Israel pada Desember 2024. Pengacara dan keluarganya mengatakan bahwa dokter tersebut dipukuli, disiksa, dan mengalami perlakuan tidak manusiawi selama dalam penjara.

Hmidan menjelaskan bahwa mereka jelas menggunakan istilah "sandera" bukan sekadar tahanan biasa. Simbol kami hari ini adalah Dr Hussam Abu Safia. Mereka menjemputnya dari rumah sakit saat ia masih mengenakan jas dokter putih dan membawanya dengan tank, di depan semua orang di rumah sakit itu.

Terdapat Sekitar 9.300 Narapidana dan Tahanan Politik Palestina di Penjara Israel

Addameer, organisasi hak asasi manusia Palestina yang memantau tahan politik, menyebutkan bahwa saat ini ada sekitar 9.300 narapidana dan tahanan politik Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel. Sebagian besar dari mereka ditahan tanpa pernah diadili atau didakwa. Selain itu, sedikitnya 3.350 warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki juga ditangkap dan diklasifikasikan sebagai tahanan administratif. Status ini memungkinkan seseorang ditahan untuk jangka waktu tidak terbatas dan dapat diperpanjang tanpa adanya dakwaan maupun bukti telah melakukan pelanggaran.

Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel (PHRI) juga mengungkapkan bahwa di bawah kendali kebijakan Itamar Ben-Gvir, menteri keamanan nasional Israel yang berhaluan kanan, fasilitas penahanan Israel telah secara efektif menjadi tempat penyiksaan dan kekerasan bagi tahanan Palestina. Kekerasan fisik, perampasan hak asasi manusia, dan praktik penyiksaan yang sistematis telah menyebabkan puluhan warga Palestina meninggal dunia.

Aksi di London Bertujuan Mengingatkan Masyarakat bahwa Perang di Gaza Belum Berakhir

Dalam aksi di London, aktivis dan pembela hak asasi manusia mengatakan bahwa mereka berharap kampanye tersebut dapat membawa dampak nyata. Kehadiran mereka di sini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengingatkan bahwa ini belum berakhir—gencatan senjata ini hanya ada dalam nama, tidak efektif. Orang-orang seperti Dr Safia, yang merupakan pahlawan sejati, justru dipenjara dan disiksa, dan itu sama sekali tidak dapat diterima.

Sejak perang meletus pada Oktober 2023, lebih dari 70 ribu warga Palestina tewas akibat serangan Israel. Meskipun tahap pertama gencatan senjata telah disepakati pada Oktober lalu, Israel masih terus melakukan pelanggaran dengan melancarkan serangan dan menghalangi distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar