
Wasit Yoko Suprianto Dianggap Mengambil Keputusan Kontroversial dalam Laga PSM Makassar vs Malut United
Pertandingan antara PSM Makassar melawan Malut United pada pekan ke-15 Super League 2025/2026 mendapat perhatian khusus karena keputusan yang diambil oleh wasit Yoko Suprianto cs. Salah satu momen kontroversial terjadi di menit ke-83, ketika wasit mengambil tindakan yang memicu pro dan kontra.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pada saat itu, Rizky Eka, pemain PSM Makassar, mencoba melewati kotak penalti dari sisi kanan. Ia melewati celah antara Wbeymar Angulo dan Yance Sayuri. Namun, ia mendapat tarikan dari Angulo di bagian leher, sehingga membuatnya jatuh di dalam kotak penalti. Yoko Suprianto langsung menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning kepada Angulo.
Yuran Fernandes kemudian diangkat sebagai algojo. Ia meletakkan bola di titik putih dan mundur untuk mengambil ancang-ancang. Namun, Yoko Suprianto memutuskan untuk menunda eksekusi penalti. Ia berlari ke pinggir lapangan untuk mengecek VAR.
Keputusan yang mengejutkan diambil. Yoko Suprianto membatalkan penalti PSM Makassar dan mencabut kartu kuning yang diberikan kepada Angulo. Akibatnya, PSM Makassar kehilangan kesempatan mencetak gol penyama kedudukan.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Malut United di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (21/12/2025).
Penjelasan dari Pemain PSM Makassar
Rizky Eka, pemain PSM Makassar, menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan diving. Ia mengaku ada kontak saat melewati celah antara dua pemain Malut United. "Dia (pemain Malut United) menarik jersey saya. Saat itu wasit pas di depan saya dan saya yakin itu betul-betul penalti," katanya saat konferensi pers usai pertandingan.
Ia berharap timnya akan mendapat penalti ketika wasit mengecek VAR. Namun, kekecewaan muncul setelah sang pengadil lapangan justru menganulir penalti tersebut. "Saya sangat kecewa dengan keputusan itu," ucapnya dengan pandangan menunduk.
Tanggapan Pelatih PSM Makassar
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, tidak ingin membahas panjang lebar soal penalti. Namun, berdasarkan pemahamannya di momen tersebut dan fungsi wasit serta VAR, menurutnya keputusan yang seharusnya adalah penalti.
Apalagi, sebelum pertandingan PSM Makassar vs Malut United, pihaknya mendapat kesempatan berdiskusi dengan tim penilai wasit. "Opini saya, keputusan yang tepat diambil pada saat itu adalah penalti," katanya.
Menurut dia, jika wasit VAR memanggil wasit tengah melihat VAR, mereka harus memberikan bukti untuk menchallenge keputusan wasit dengan bukti-bukti 100 persen. "Wasit sudah mengatakan bahwa itu adalah penalti. VAR tugasnya kalau memang mau challenge wasit, harus memberikan bukti 100 persen, ini bukan penalti, ini buktinya loh. VAR posisinya ada di sini," tuturnya.
Ia menambahkan, wasit seharusnya menyampaikan apa yang dilihat di kamera dan menjelaskan bukti pelanggaran itu bukan penalti. "Ini pemahaman saya terhadap VAR," sebut pelatih asal Republik Ceko ini.
Komentar tentang Penggunaan VAR
Tomas Trucha mengaku senang sepak bola Indonesia sudah menggunakan VAR. Namun, perlu dipahami bahwa wasit juga adalah manusia. "Kadang-kadang mereka melakukan kesalahan," ucapnya.
Mantan Pelatih Penang FC tak ragu meminta maaf jika pemahamannya keliru. "Jika keputusan ini adalah keputusan benar, dan saya kirim permintaan maaf," katanya dengan tangan menyilang di atas meja.
Kendati demikian, Tomas Trucha menilai secara keseluruhan wasit bertugas dengan baik. Yoko Suprianto masih muda sebagai wasit. Usianya baru 26 tahun. Tentu ini bukan pertandingan mudah dipimpin, mengingat PSM Makassar dan Malut United adalah tim besar dan kuat.
Yoko Suprianto telah memberikan secara keseluruhan, memberikan usaha yang terbaik untuk pertandingan ini. "Dia adalah wasit muda dan dia memberikan usaha yang baik di pertandingan ini untuk memimpin pertandingan ini," sebutnya.
Namun, pelatih berusia 54 tahun meminta Yoko Suprianto meningkatkan kemampuan dalam VAR. "Mereka mungkin harus lihat di mana yang salah di situ. Saya kira wasit ini mempunyai talenta dan saya berharap dia melakukan kerja yang baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya," pungkasnya.
Komentar
Kirim Komentar