Rahasia dapatkan pahala ganda di bulan Rajab, meski masih punya utang puasa Ramadhan!

Rahasia dapatkan pahala ganda di bulan Rajab, meski masih punya utang puasa Ramadhan!

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Rahasia dapatkan pahala ganda di bulan Rajab, meski masih punya utang puasa Ramadhan!, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.
Rahasia dapatkan pahala ganda di bulan Rajab, meski masih punya utang puasa Ramadhan!

Perayaan 1 Rajab dan Dilema Puasa Sunah

Di bawah langit kelabu Desember, saat matahari terbenam pada Sabtu sore kemarin, umat Islam resmi memasuki 1 Rajab 1447 H. Bulan ini menjadi gerbang menuju bulan-bulan penuh ampunan. Di tengah kehangatan tradisi dan semangat ibadah yang melimpah, seringkali muncul dilema di benak para perindu surga. Di satu sisi, ada kerinduan untuk menikmati pahala sunah di bulan haram, namun di sisi lain, utang puasa Ramadhan masa lalu masih terasa membebani.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertanyaan pun muncul: Apakah kita harus menahan diri dari puasa sunah demi menyelesaikan kewajiban wajib yang tersisa?

Secara hukum, puasa Rajab merupakan anjuran umum beramal saleh di bulan-bulan yang dimuliakan. Meskipun tidak ada hadis sahih yang secara spesifik menyebutkan keutamaan puasa Rajab sendirian, para ulama mengandalkan kemuliaan bulan haram secara keseluruhan. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa di bulan-bulan mulia ini akan mendapatkan pahala setara 30 hari puasa. Namun, qadha Ramadhan bukan sekadar anjuran; ia adalah utang kepada Sang Pencipta yang status hukumnya adalah wajib sebelum fajar Ramadhan berikutnya tiba.

Pandangan Buya Yahya

Buya Yahya dalam kanal YouTube Al Bahjah TV memberikan penjelasan yang jernih. Menurut beliau, kunci hukumnya terletak pada alasan "bolongnya" puasa masa lalu. Jika seseorang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa uzur yang dibenarkan agama (sengaja), maka pintu puasa sunah tertutup baginya. Ia wajib segera melakukan qadha secara fauran (seketika).

Sebaliknya, bagi mereka yang tidak berpuasa karena uzur syar'i seperti haid, sakit, atau perjalanan jauh, pintu puasa Rajab masih terbuka lebar. Status puasa sunahnya tetap sah selama waktu untuk membayar utang masih tersedia hingga Ramadhan tahun depan.

Perspektif Ulama Kontemporer

Meski diperbolehkan secara hukum, perspektif dari ulama kontemporer seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin tetap menyarankan agar umat Islam memprioritaskan yang wajib. Logikanya sederhana: selesaikan urusan pokok sebelum mengejar tambahan. Namun, bagi Anda yang ingin merengkuh keduanya dalam satu waktu, dunia fiqih menyediakan "jalan tengah" yang sangat indah.

Penggabungan Niat

Ustadz Mubassyarum Bih melalui laman NU Online menjelaskan bahwa seseorang bisa mendapatkan dua pahala sekaligus melalui skema tasyrik (penggabungan niat). Literatur klasik yang menjadi rujukan utama dalam hal ini adalah kitab Fathul Mu'in karya Syekh Zainuddin Al-Malibari dan kitab I’anatuth Thalibin karya Sayyid Bakri. Dalam khazanah tersebut dijelaskan bahwa jika seseorang melakukan puasa wajib (qadha) pada hari-hari yang disunahkan untuk berpuasa—seperti di bulan Rajab—maka secara otomatis ia mendapatkan pahala dari puasa wajib tersebut sekaligus keberkahan dari waktu sunah yang sedang berlangsung. Ini adalah bentuk rahmat Tuhan yang memungkinkan seorang hamba melunasi kewajiban sekaligus menjemput keberkahan tambahan.

Prosedur Menggabungkan Niat

Jika Anda memilih untuk mengutamakan qadha di bulan Rajab ini, berikut adalah panduan praktisnya:

  • Niat Utama: Tetapkan niat di dalam hati hanya untuk qadha Ramadhan. Karena kedudukannya wajib, niat tidak boleh "berbagi" secara setara dengan sunah, namun pahala sunah akan mengikut.
  • Waktu Niat: Harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar (Tabyit).
  • Lafal Niat:

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى (Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT)

Rajab bukan sekadar hitungan hari untuk menahan lapar, melainkan sebuah madrasah bagi kejujuran niat. Membayar utang puasa di tengah kemuliaan bulan haram adalah cermin dari seorang hamba yang tahu diri; yang sadar bahwa sebelum mengejar rida dalam sunah, ada janji fardu yang harus ditebus di hadapan Sang Pemilik Waktu. Siapkah Anda menyucikan ladang jiwa di sisa hari bulan mulia ini?

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Rahasia dapatkan pahala ganda di bulan Rajab, meski masih punya utang puasa Ramadhan!. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar