
Potensi Tanaman Kalakai dalam Mengatasi Stunting
Di tengah hamparan rawa Desa Sungai Besar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tumbuh tanaman pakis berdaun merah-hijau yang dikenal dengan nama kalakai (Stenochlaena Palustris). Tanaman ini biasa dimasak sebagai sayur oleh masyarakat setempat. Meski terlihat biasa, di tangan Helmina Wati, seorang dosen Jurusan Farmakologi dan Farmasi Klinis di Universitas Borneo Lestari (UNBL), kalakai menjadi bahan lokal yang mampu mencegah dan membantu mengatasi stunting.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Inisiatif ini dimulai ketika Helmina mendapatkan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kosa Bangsa 2024 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia dan timnya memilih Desa Sungai Besar sebagai lokasi pengabdian. Alasan utamanya adalah karena di desa ini banyak tumbuh kalakai liar yang belum dimanfaatkan secara ekonomis, sementara kasus stunting pada tahun 2024 masih tinggi. Berdasarkan data kader desa, tercatat ada 13 anak yang mengalami stunting.
“Saya melihat potensi besar yang belum tersentuh. Di sekitar warga banyak tumbuh kalakai, tapi mereka belum tahu manfaat ekonomis dan kesehatannya. Kami ingin membantu agar tanaman ini bisa jadi sumber penghasilan sekaligus solusi gizi,” ujar Helmina, Minggu 26 Oktober 2025.
Dari situ, lahir inovasi produk serbuk instan kalakai jahe, sebuah minuman herbal yang kaya zat besi dan antioksidan. Produk ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, produk ini memiliki efek jangka panjang yang membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan memperbaiki status gizi.
Secara ilmiah, kalakai mengandung zat besi (Fe), vitamin C, flavonoid, dan kalsium. Kandungan zat besinya bahkan mencapai lebih dari 290 miligram/100 gram, menjadikannya sumber mineral alami yang potensial untuk mencegah anemia, salah satu penyebab utama stunting.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kalakai merupakan antioksidan tinggi dan telah diuji mampu meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dan pasien anemia. Inovasi Helmina tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi terapi tambahan berbasis herbal lokal dalam upaya mencegah dan mengurangi angka stunting.
Manfaat dan Keunikan Kalakai
Berikut beberapa manfaat dan keunikan dari tanaman kalakai:
- Kaya akan nutrisi: Kalakai mengandung zat besi, vitamin C, flavonoid, dan kalsium yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.
- Mencegah anemia: Kandungan zat besi yang tinggi membuat kalakai menjadi sumber alami untuk mencegah anemia.
- Antioksidan tinggi: Kalakai memiliki sifat antioksidan yang kuat, sehingga bermanfaat dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
- Ramuan herbal alami: Produk yang dibuat dari kalakai seperti serbuk instan kalakai jahe dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan alami untuk meningkatkan kesehatan.
Inovasi dalam Pemanfaatan Kalakai
Helmina dan timnya berhasil mengembangkan berbagai produk dari kalakai, termasuk:
- Serbuk instan kalakai jahe: Minuman herbal yang mudah disiapkan dan cocok untuk semua usia.
- Produk olahan lainnya: Dalam proses pengembangan, tim juga mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan kalakai dalam bentuk lain yang bisa memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan.
Dampak Positif terhadap Masyarakat
Program yang dilakukan oleh Helmina tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Dengan memanfaatkan tanaman yang tumbuh secara alami, masyarakat dapat menghasilkan pendapatan tambahan sambil menjaga lingkungan.
Selain itu, program ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya nutrisi dan manfaat tanaman lokal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya belajar cara memanfaatkan kalakai, tetapi juga mengerti nilai-nilai kesehatan dan keberlanjutan.
Kesimpulan
Kalakai bukan hanya sekadar tanaman biasa yang tumbuh di rawa, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat, terutama stunting. Dengan inovasi dan pemanfaatan yang tepat, tanaman ini dapat menjadi solusi alami dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan dari pihak-pihak terkait, proyek ini bisa menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan sumber daya alam secara optimal.
Komentar
Kirim Komentar